Selain itu, warga juga menutup pintu gerbang perumahan tersebut dan menggemboknya sebagai bentuk kekesalan masyarakat terhadap sekolah. Selain itu, di sebelah SMAN 6 Tangsel juga terdapat SMPN 17 Kota Tangsel.
Warga yang juga Ketua RW 10 Kelurahan Pamulang Suhenda Wijaya mengatakan, dalam SPMB tahun ini terjadi perubahan sistem dari zonasi ketat menjadi perluasan domisili yang ada membuat peluang anak-anak sekitar tersingkir pendaftar dari luar lingkungan.
“Rumah kami tepat di samping sekolah tapi, anak-anak justru tidak diterima. Kita hanya minta kuota 10 orang dan itu juga ditolak. Jarak rumah ke sekolah paling jauh cuma 800 meter saja,” ujarnya.
BACA JUGA: Gubernur Minta Warga Turunkan Ego, Soal Kekecewaan SPMB Jalur Domisili
Wijaya menambahkan, sebelum melakukan aksi pihaknya sudah mengirim surat sebanyak tiga kali kepada pihak SMAN 6 Tangsel dan Dinas Pendidikan Banten namun, sampai sekarang tidak mendapat tanggapan.









