Industri Kabupaten Tangerang Meningkat Pesat, Kini Capai 3.293 Industri

Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Samsul Romli.
Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Samsul Romli.

TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pertumbuhan sektor industri di Kabupaten Tangerang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) per 31 Desember 2025, jumlah industri di Kabupaten Tangerang kini mencapai 3.293 industri atau meningkat dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 3.252 industri.

Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Samsul Romli mengatakan, posisi Kabupaten Tangerang yang strategis sebagai wilayah penyangga Jakarta dinilai menjadi salah satu faktor utama meningkatnya pertumbuhan industri di Kabupaten Tangerang.

Bacaan Lainnya

Selain menjadi pusat aktivitas ekonomi, Kabupaten Tangerang juga dinilai memiliki daya tarik tinggi bagi investor dan pelaku usaha.

“Industri di Kabupaten Tangerang memberikan kontribusi terhadap PDRB sekitar 33 persen menurut data BPS,” ujarnya, Selasa 19 Mei 2026.

Dari total industri yang ada, sebanyak 1.371 merupakan industri kecil, 359 industri menengah, dan sekitar 1.003 industri besar. Sementara sisanya masuk kategori industri yang belum terklasifikasi dalam sistem data nasional.

Pertumbuhan industri tersebut juga didorong oleh sistem perizinan yang kini telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Melalui sistem tersebut, proses pengajuan izin usaha industri dinilai menjadi lebih mudah dan terdata secara nasional.

Kabupaten Tangerang sendiri memiliki sedikitnya 10 kawasan industri yang telah terdaftar di SIINas. Kawasan industri itu tersebar di sejumlah wilayah seperti Cikupa, Pasar Kemis, Jambe, Kosambi, hingga Legok.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, kata Romli, sektor industri juga menciptakan efek domino bagi masyarakat sekitar. Aktivitas industri dinilai menggerakkan sektor usaha lain seperti kontrakan, rumah makan, transportasi, hingga perdagangan kecil.

“Perputaran ekonomi pasti terjadi. Banyak pekerja yang tinggal di sekitar kawasan industri, sehingga usaha masyarakat juga ikut tumbuh,” katanya.

Meski kondisi ekonomi global dan nilai tukar Rupiah terus melemah, Romli mengatakan, minat investasi industri di Kabupaten Tangerang akan tetap tinggi.

“Pemerintah pun optimistis tren pertumbuhan industri akan terus berlanjut pada 2026 mendatang,” ucapnya.

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Sri Panggung Lestari mengatakan jumlah industri di Kabupaten Tangerang yang mencapai lebih dari seribu perusahaan tersebut masih sangat layak untuk pengembangan industri.

“Kabupaten Tangerang masih sangat layak untuk industri, hanya saja investor sekarang kebingungan menentukan lokasi karena belum ada penataan yang jelas,” jelasnya.

Sri Panggung menyebut kawasan industri berpotensi dikembangkan di sejumlah wilayah, terutama bagian tengah Kabupaten Tangerang seperti Balaraja dan sekitarnya.

Selain itu, Sri juga menyoroti pentingnya strategi menarik investor di tengah kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK). Ia menilai Kabupaten Tangerang perlu mendorong investasi padat modal yang tetap mampu membuka peluang kerja meski tidak sebesar industri padat karya.

“Padat karya memang menyerap banyak tenaga kerja, tapi padat modal tetap memberikan peluang kerja sekaligus penggunaan lahan yang lebih luas,” ujarnya. (*)

Reporter: Dani mukarom

Pos terkait