SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Provinsi Banten menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah kabupaten dan kota terkait penanganan penerangan jalan umum (PJU) di ruas jalan nasional yang berada di wilayah Provinsi Banten.
Rapat yang dilakukan di gedung BLKI Provinsi Banten di Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, Selasa, 19 Mei 2029 dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Wali Kota Serang Budi Rustandi, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan dan perwakilan dari 8 kabupaten kota se-Banten.
Rapat tersebut dilakukan untuk menyamakan persepsi, menyelaraskan data, serta mencari solusi bersama terkait pemenuhan penerangan jalan umum bagi masyarakat.
“Tujuan rapat ini menyamakan persepsi, menyamakan data, dan menyelaraskan upaya agar permasalahan penerangan jalan umum bisa kita lakukan bersama-sama,” ujarnya kepada wartawan, Selasa, 19 Mei 2026
Menurutnya, hasil rapat koordinasi tersebut nantinya akan ditindaklanjuti melalui pembahasan yang lebih teknis bersama pihak terkait. “Berikutnya tentu kami akan menentukan solusi bersama terkait bagaimana pelayanan masyarakat terhadap penerangan jalan umum,” tambahnya.
Berdasarkan data yang dibahas dalam rapat, total panjang jalan nasional di Provinsi Banten mencapai sekitar 560 kilometer yang tersebar di delapan kabupaten dan kota. Wilayah dengan ruas jalan nasional terpanjang berada di Kabupaten Lebak dan Pandeglang.
Sementara di Kota Tangsel, panjang jalan nasional yang menjadi pembahasan mencapai sekitar 10 kilometer. “Memang tidak terlalu panjang, tapi jalannya sangat strategis karena langsung berhubungan dengan Jakarta,” jelasnya.
Dalam pembahasan tersebut juga disebutkan kebutuhan lampu penerangan jalan umum di ruas jalan nasional di Provinsi Banten mencapai sekitar 8.000 titik. Namun, detail teknis terkait kondisi maupun jumlah titik yang belum terpasang akan dibahas lebih lanjut bersama pihak balai jalan nasional.
Menurutnya, selama ini persoalan PJU jalan nasional kerap menjadi polemik karena adanya perbedaan kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. “Selama ini masyarakat bertanya, kadang dijawab itu kewenangan pusat, provinsi atau kabupaten/kota. Sekarang kita samakan persepsi bahwa ini tanggung jawab bersama kepada masyarakat,” ungkapnya.
Pemprov Banten berharap melalui koordinasi lintas daerah tersebut, penanganan penerangan jalan umum di ruas jalan nasional dapat dilakukan lebih terintegrasi dan tepat sasaran.
Sementara itu, Pemkot Tangsel terus mendorong percepatan pemasangan penerangan jalan umum (PJU) di ruas jalan nasional yang berada di wilayah Tangsel. Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyampaikan, selama ini Pemkot Tangsel rutin menganggarkan program Tangsel Terang untuk pemasangan PJU di lingkungan perumahan, perkampungan hingga jalan kota.
“Kalau kami fokus di Pemkot Tangsel setiap tahun menganggarkan program PJU Tangsel Terang untuk lingkungan perumahan, perkampungan dan jalan kota,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Tangsel juga rutin mengusulkan titik-titik kebutuhan PJU di ruas jalan provinsi kepada Pemerintah Provinsi Banten. Namun, untuk ruas jalan nasional, menurutnya diperlukan percepatan koordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional.
“Yang di jalan nasional ini perlu terus diakselerasikan supaya komunikasi Pemkot dengan PU pusat berjalan baik,” tambahnya.
Karena itu, Pemprov Banten mempertemukan pemerintah kabupaten/kota dengan pihak PLN, Kementerian PU dan Balai Besar Jalan Nasional guna memperkuat koordinasi penanganan PJU.
“Hari ini dikumpulkan oleh Pak Gubernur supaya komunikasi antara daerah, PLN dan PU pusat bisa nyambung,” jelasnya.
Menurutnya, koordinasi tersebut penting agar penanganan lampu jalan yang rusak maupun kebutuhan pemasangan baru dapat dilakukan lebih cepat.
“Kalau ada lampu putus atau ada titik yang belum terpasang, penanganannya bisa lebih cepat,” ungkapnya.
Ia menyebut ruas jalan nasional di Kota Tangsel memiliki panjang sekitar 12 kilometer yang berada di kawasan Ciputat dan Pamulang.
Meski tidak terlalu panjang, ruas tersebut dinilai sangat strategis karena menjadi jalur penghubung menuju Jakarta dengan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi.
Pemkot Tangsel berharap pemasangan PJU di seluruh ruas jalan nasional di wilayah Banten, termasuk Tangsel, dapat dimaksimalkan dalam periode pembangunan saat ini demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat. (*)








