TIGARAKSA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkab Tangerang terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan kerja berbasis kompetensi pada tahun 2026. Sebanyak 25 program pelatihan disiapkan untuk menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang terus berkembang.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan, program pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai Februari hingga Oktober 2026 dengan berbagai bidang keterampilan, mulai dari manufaktur, teknik, teknologi digital, jasa, hingga ekonomi kreatif.
“Ada bahasa Korea, Bahasa Jepang, Digital Marketing Dasar, Content Creator, Desainer Multimedia Muda, Operator Forklift, Teknisi Perawatan AC Residential, hingga pelatihan pengelasan dan otomotif. Semua itu bentuk perhatian pemerintah daerah agar warga Kabupaten Tangerang bersaing, meningkat kualitasnya,” jelasnya, Selasa 19 Mei 2026.
Senada, Kepala Dinas Tenaga Kerja Rudi Lesmana mengatakan, pelaksanaan pelatihan dilakukan secara bertahap dengan sistem pembelajaran teori dan praktik guna memastikan peserta memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar kerja saat ini.
“Program Bahasa Korea EPS misalnya, disiapkan sebagai salah satu langkah membuka peluang kerja luar negeri bagi masyarakat. Sementara pelatihan Bahasa Jepang Level N4 juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar internasional,” jelasnya.
Lanjutnya, pada sektor industri manufaktur, pelatihan Menjahit Upper Sepatu, Welder SMAW, Drafter Mesin, hingga Technical Service Sistem Kelistrikan menjadi fokus utama karena tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil di bidang tersebut.
Selain sektor industri, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap perkembangan ekonomi digital melalui pelatihan Digital Marketing Dasar, Content Creator, Practical Office, serta Desainer Grafis dan Multimedia.
“Setiap program memiliki durasi pelatihan berbeda, mulai dari 40 jam pelajaran hingga 360 jam pelajaran dengan jumlah peserta mencapai puluhan orang dalam setiap kelas,” jelasnya.
Rudi menjelaskan, lewat program pelatihan pemerintah berharap dapat meningkatkan kompetensi masyarakat, memperluas kesempatan kerja, sekaligus menekan angka pengangguran. Ia menyebutkan, program pelatihan berbasis kompetensi tersebut juga menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri modern.
“Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan keterampilan, baik untuk bekerja di perusahaan, industri manufaktur, sektor jasa, maupun membuka usaha mandiri,” katanya.(*)








