Tumpukan Sampah Liar di Akses Kampung Nagrog Kian Parah, Warga Keluhkan Bau dan Asap Pembakaran

Kondisi jalan kampung Nagrog, Kecamatan Curug, yang di penuhi oleh sampah di sepanjang jalan sehingga membuat warga resah. Randy/Bantenekspres.co.id

CURUG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Tumpukan sampah liar di sepanjang jalan akses Kampung Nagrog, Desa Curug Wetan, Kecamatan Curug, semakin memprihatinkan. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena selain merusak pemandangan, sampah juga menimbulkan bau tidak sedap serta asap pembakaran yang mengganggu pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sampah terlihat menumpuk di sejumlah titik, di antaranya dekat Vihara Cetiya Dhammadayada, area samping PT Davinci, hingga depan agen Lia Jaya. Sampah yang berserakan didominasi limbah rumah tangga, plastik, hingga sampah campuran lainnya.

Bacaan Lainnya

Warga menduga minimnya penerangan jalan menjadi salah satu faktor yang membuat oknum tidak bertanggung jawab leluasa membuang sampah sembarangan, terutama pada malam hingga dini hari. Akibatnya, lokasi tersebut perlahan berubah menjadi tempat pembuangan sampah liar.

“Kalau malam jalannya gelap, jadi orang gampang buang sampah sembarangan. Hampir setiap hari ada saja tumpukan baru,” ujar Aan Kurniawan, warga Kampung Nagrog kepada Bantenekspres.co.id, Rabu 20 Mei 2026.

Menurut Aan, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum ada penanganan serius. Bahkan, sebagian sampah kerap dibakar di lokasi sehingga menimbulkan asap pekat yang mengganggu aktivitas warga dan pengendara yang melintas.

“Yang paling mengganggu itu asap pembakaran sampah. Baunya menyengat dan asapnya sampai ke jalan. Kalau pagi atau sore, pengguna jalan pasti terganggu,” katanya.

Ia mengaku khawatir pembakaran sampah secara terbuka dapat berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan warga lanjut usia yang tinggal di sekitar lokasi.

“Kalau terus dibiarkan, takutnya bisa memicu penyakit. Apalagi asap dari plastik dan limbah lain itu kan tidak baik untuk kesehatan,” ungkap Aan.

Selain menimbulkan polusi udara, tumpukan sampah juga dinilai mencoreng wajah lingkungan Kampung Nagrog. Warga berharap pemerintah desa bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang segera turun tangan melakukan penanganan.

“Kami berharap ada tindakan nyata, jangan cuma dibersihkan sekali lalu dibiarkan lagi. Harus ada pengawasan supaya tidak terulang,” paparnya.

Aan juga meminta pemerintah memasang penerangan jalan umum (PJU) dan papan larangan membuang sampah di beberapa titik rawan pembuangan liar.

“Kalau jalannya terang mungkin orang jadi takut buang sampah sembarangan. Perlu juga dipasang spanduk larangan dan kalau bisa ada patroli atau pengawasan,” tambahnya.

Sementara itu Hambali Ketua RT 03 menjelaskan, sampah yang ada berasal dari orang yang melintas terus di buang, kalau warga sekitar mereka sudah mempunyai tempat sampah sendiri yang nantinya di angkut boleh petugas kebersihan karena ada iuran.

“Kalau warga sekitar tidak mungkin, karena memang kami komitmen untuk tidak membuang sampah di lokasi tersebut. Beberapa kali kita liat kalau malam hari banyak yang melintas, mereka buang sampah di lokasi tersebut dengan sampah yang lumayan banyak,” katanya.

Hambali mengatakan, dirinya tidak bisa menangani sediri masalah sampah, pihaknya meminta kepada pemerintah daerah untuk bisa membantu penanganannya dan meminta ada imbauan agar tidak membuang sampah di sepanjang jalan kampung Nagrog.

“Kalau di bilang saya sendiri untuk tanganin jujur tidak bisa, karena memang sudah banyak dan sering terjadi orang melintas buang sampah di jalan kampung Nagrog. Saya berharap, DLHK segera angkut sampahnya karena sudah berdMpak bau tidak sedap,” tutupnya. (*)

Reporter: Randy Yastiawan

Pos terkait