SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Perumdam Tirta Madani Kota Serang resmi menjalin kerja sama dengan PT Jaya Dinasti Indonesia (JDI) terkait penyediaan air curah untuk mendukung kebutuhan kawasan industri di Kecamatan Kasemen. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian yang disaksikan Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin di Lobby Wali Kota Serang, Rabu 3 Juni 2026.
Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap investasi yang masuk ke Kota Serang. Menurutnya, ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama bagi sektor industri.
“Kecamatan Kasemen merupakan kawasan industri. Karena itu pemerintah daerah berkewajiban menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, termasuk kebutuhan air bersih,” kata Nanang.
Ia menjelaskan kebutuhan air PT JDI diperkirakan mencapai sekitar 60 liter per detik. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, perusahaan menjalin kerja sama langsung dengan Perumdam Tirta Madani melalui skema business to business (B2B).
Nanang menilai kerja sama tersebut akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Selain mendukung aktivitas industri, kerja sama itu juga berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan daerah.
“Ini merupakan simbiosis mutualisme. Perusahaan mendapatkan pasokan air yang dibutuhkan, sementara Perumdam memperoleh manfaat sebagai BUMD,” ujarnya.
Ia menegaskan sumber air yang digunakan bukan berasal dari air tanah, melainkan air permukaan yang diolah melalui instalasi pengolahan air milik Perumdam. Langkah itu dinilai penting mengingat ketersediaan air tanah di wilayah Kasemen yang semakin terbatas.
Sementara itu, Direktur Utama Perumdam Tirta Madani Arif Setiawan memastikan kerja sama tersebut tidak akan mengganggu pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Menurut Arif, pasokan air berasal dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Banten yang masih memiliki kapasitas cadangan untuk memenuhi kebutuhan industri.
“Pelayanan kepada pelanggan tetap menjadi prioritas. Saat ini kami masih memiliki kapasitas yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan industri,” katanya. (*)










