Pemkot Tangsel Gelar Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna ke-14, Libatkan Mahasiswa dan Pelajar

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan (tengah) didampingi Kepala Bappelitbangda Kota Tangsel Fuad foto bersama setelah pembukaan lomba inovasi TTG ke-14. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Sebanyak 25 finalis bertarung dalam lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) 2026 ke-14 tingkat Kota Tangsel.

Penilaian akhir dilaksanakan di Plaza Rakyat Balai Kota, Rabu, 3 Mei 2026. Sesuai ketentuan, peserta lomba inovasi TTG dibagi dalam 2 kategori, yakni umum dan pelajar. Umum peserta kategori umum boleh masyarakat atau perguruan tinggi.

Bacaan Lainnya

Lomba Inovasi merupakan upaya mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing daerah di bidang teknologi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Tangsel Fuad mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2001 tentang penerapan dan pengembangan teknologi tepat guna.

Menurutnya, pengembangan inovasi menjadi hal penting mengingat posisi Indonesia dalam indeks inovasi dunia masih perlu ditingkatkan.
“Berdasarkan Global Innovation Index, posisi Indonesia di tingkat ASEAN masih berada di urutan keenam. Kita masih berada di bawah Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina. Ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk terus meningkatkan budaya inovasi,” ujarnya, Rabu, 3 Juni 2026.

Fuad menambahkan, lomba tahun ini diawali dengan seleksi administrasi terhadap 30 proposal yang masuk. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 peserta dinyatakan lolos dan berhak mengikuti tahap penilaian lanjutan.
Para peserta berasal dari kalangan umum, mahasiswa, hingga pelajar SMA di Kota Tangsel.

Pada kategori umum dan mahasiswa, peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Pamulang dan Institut Teknologi Indonesia (ITI). Sementara untuk kategori pelajar, tercatat sebanyak 18 peserta dari berbagai SMA di Kota Tangsel turut berpartisipasi menampilkan inovasi yang mereka kembangkan.

“Ini menjadi hal yang membanggakan karena banyak generasi muda yang mulai tertarik menciptakan inovasi dan solusi teknologi untuk masyarakat,” tambahnya.

Pada tahap akhir, dewan juri akan menentukan juara satu, dua, dan tiga untuk masing-masing kategori. Para pemenang akan mendapatkan hadiah pembinaan dengan total puluhan juta rupiah. Juara pertama akan memperoleh hadiah sebesar Rp10 juta, juara kedua Rp8 juta, dan juara ketiga Rp6 juta untuk setiap kategori yang diperlombakan.

“Selain hadiah, para pemenang juga berkesempatan mewakili Kota Tangsel pada ajang Lomba Teknologi Tepat Guna tingkat Provinsi Banten. Jika berhasil menjadi juara di tingkat provinsi, mereka akan melaju ke tingkat nasional,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Tangsel berharap budaya inovasi terus berkembang di tengah masyarakat, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa, sehingga mampu menghasilkan berbagai teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mendorong lahirnya lebih banyak inovator muda di bidang sains dan teknologi melalui ajang lomba Inovasi TTG ke-14 tingkat Kota Tangsel.

Menurut Pilar, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan transformasi digital yang semakin pesat menuntut daerah untuk terus meningkatkan daya saing melalui inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Teknologi tidak hanya berbicara soal kecanggihan, tetapi bagaimana inovasi itu mampu memberikan manfaat nyata, mudah digunakan masyarakat, ramah lingkungan, memiliki nilai ekonomi, dan dapat diterapkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Pilar menjelaskan, teknologi tepat guna menjadi salah satu solusi yang relevan karena dapat disesuaikan dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Karena itu, Pemkot terus mendukung berbagai inovasi yang lahir dari kalangan pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum.

Ia mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang mengikuti lomba tahun ini. Menurutnya, ajang TTG menjadi wadah bagi para inovator untuk menampilkan karya terbaik sekaligus berpeluang mewakili Kota Tangsel di tingkat Provinsi Banten hingga nasional.

“Saya berharap para peserta, baik dari tingkat SMA, SMK maupun perguruan tinggi, dapat terus mengembangkan karya-karyanya sehingga memiliki daya saing dan bisa dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat,” tambahnya.

Pilar menegaskan, Pemkot Tangsel berkomitmen membangun ekosistem inovasi yang inklusif dan kolaboratif sebagaimana tertuang dalam visi pembangunan daerah, yakni mewujudkan Tangerang Selatan yang unggul, inklusif, inovatif, kolaboratif, dan lestari.

Selain itu, ia meminta jajaran perangkat daerah untuk menyusun program yang mampu mendukung para inovator muda, termasuk melalui skema beasiswa dan pembinaan berkelanjutan bagi pelajar maupun mahasiswa yang memiliki prestasi di bidang teknologi.

Menurut Pilar, penguatan sumber daya manusia di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) menjadi kebutuhan penting untuk menghadapi persaingan global. Ia menilai negara maju umumnya memiliki kemampuan tinggi dalam menghasilkan produk teknologi yang mampu bersaing di pasar internasional.

“Ke depan kita ingin lebih banyak anak-anak Kota Tangsel yang berkiprah di bidang teknologi dan menghasilkan inovasi yang tidak hanya bermanfaat secara lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global,” tutupnya. (*)

Pos terkait