CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Cuaca panas yang melanda Kota Tangsel dalam beberapa waktu terakhir tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan.
Masyarakat, terutama lansia dan anak-anak, diminta meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat.
Seorang tenaga medis di Kota Tangsel menjelaskan, perubahan cuaca yang cukup ekstrem dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.
Kepala Purkesmas Kampung Sawah Siti Nurmah mengatakan, kelompok yang paling rentan terdampak adalah lansia dan anak-anak karena daya tahan tubuh mereka cenderung lebih sensitif terhadap perubahan lingkungan.
“Pada musim panas seperti sekarang, pasti terjadi perubahan pola kesehatan masyarakat. Lansia dan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan karena lebih sensitif terhadap perubahan cuaca,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Selasa, 9 Juni 2026.
Nurmah menambahkan, beberapa penyakit yang paling sering muncul saat cuaca panas antara lain batuk, pilek, gangguan saluran pernapasan, serta berbagai masalah kulit seperti ruam dan gatal-gatal akibat keringat berlebih.
“Keluhan yang sering ditemukan biasanya batuk, pilek, kemudian ruam kulit dan gatal-gatal akibat kondisi tubuh yang lebih banyak berkeringat,” tambahnya.
Untuk mencegah gangguan kesehatan, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup sehat dengan memperbanyak konsumsi air putih, menjaga asupan makanan bergizi, serta menghindari aktivitas berlebihan di bawah terik matahari.
Selain itu, penggunaan pakaian yang nyaman dan mudah menyerap keringat juga disarankan untuk mengurangi risiko iritasi kulit. “Kalau pakaian sudah basah karena keringat sebaiknya segera diganti. Gunakan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu ketat agar tubuh tetap merasa sejuk,” jelasnya.
Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan pelindung diri seperti topi, masker, dan tabir surya (sunscreen) juga dianjurkan untuk mengurangi dampak paparan sinar matahari langsung.
Sementara itu, anak-anak yang banyak beraktivitas di luar rumah maupun petugas lapangan yang bekerja di bawah terik matahari perlu memperhatikan kecukupan cairan tubuh agar tidak mengalami dehidrasi.
“Anak-anak maupun petugas yang bekerja di luar ruangan sebaiknya selalu membawa air minum sendiri dan memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi,” tuturnya.
Selain menjaga pola makan dan minum, konsumsi vitamin juga dinilai penting untuk membantu menjaga daya tahan tubuh selama cuaca panas berlangsung.
Untuk lansia, vitamin yang mendukung kesehatan sendi, otot, serta daya tahan tubuh dapat menjadi pilihan sesuai kebutuhan. Sedangkan pada anak-anak, asupan vitamin diperlukan untuk menunjang pertumbuhan sekaligus menjaga kebugaran tubuh di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Yang paling penting adalah memastikan kebutuhan cairan, nutrisi, dan istirahat tercukupi agar tubuh tetap sehat selama musim panas,” tutupnya. (*)











