CURUG,BANTENEKSPRES.CO.ID — Desa Kadu, kecamatan Curug, kembali menorehkan prestasi dengan menjadi salah satu dari dua desa di Kabupaten Tangerang yang dipilih oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai lokasi kajian dalam rangka penyusunan naskah akademik model kolaborasi antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa (Kopdes).
Kunjungan tim BRIN tersebut dilakukan untuk menggali berbagai pengalaman, praktik baik, serta kerangka kerja kolaborasi yang telah diterapkan Desa Kadu. Hasil kajian ini nantinya akan menjadi bagian dari rekomendasi bagi Pemerintah Pusat dalam memperkuat sinergi antara BUMDes dan Koperasi Desa di berbagai daerah.
Kepala Desa Kadu Muhamad Ardiansyah menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Desa Kadu merupakan bentuk apresiasi terhadap berbagai upaya yang selama ini dilakukan pemerintah desa dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
“Alhamdulillah, Desa Kadu menjadi salah satu desa yang dipilih oleh BRIN untuk berbagi pengalaman terkait kolaborasi antara BUMDes dan Koperasi Desa. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami karena dari sekian banyak desa di Kabupaten Tangerang, hanya dua desa yang mendapatkan kesempatan ini,” ujar Ardiansyah kepada Bantenekspres.co.id, Selasa 9 Juni 2026.
Ia menjelaskan, bahwa kolaborasi antara BUMDes dan Koperasi Desa bukan sekadar konsep, melainkan telah dijalankan melalui berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berupaya membangun sinergi yang saling menguatkan. BUMDes dan Koperasi Desa memiliki peran masing-masing, namun ketika keduanya berjalan beriringan, manfaatnya akan lebih besar bagi masyarakat. Inilah yang kami sampaikan kepada tim BRIN sebagai pengalaman yang bisa menjadi bahan kajian,” katanya.
Ardiansyah berharap, hasil penelitian yang dilakukan BRIN dapat melahirkan kebijakan yang mampu memperkuat ekonomi desa secara nasional.
“Kami berharap apa yang dilakukan Desa Kadu dapat menjadi inspirasi dan referensi bagi desa-desa lain. Setiap desa memiliki potensi yang berbeda, tetapi prinsip kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat dapat diterapkan di mana saja,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan desa menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi warganya.
“Fokus kami sejak awal adalah bagaimana program-program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena bagi Pemerintah Desa Kadu, kepentingan masyarakat selalu menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Ia menambahkan, bahwa Pemerintah Desa Kadu akan terus berkomitmen menjalankan berbagai program pemberdayaan dan pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami tidak ingin berhenti pada capaian hari ini. Justru ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi, memperkuat kelembagaan desa, dan memastikan seluruh program yang dijalankan mampu meningkatkan kesejahteraan warga,” katanya.
Ardiansyah menuturkan, Kunjungan BRIN tersebut menjadi bukti bahwa praktik kolaborasi yang dijalankan Desa Kadu mendapat perhatian di tingkat nasional. Melalui pengalaman yang dibagikan, Desa Kadu diharapkan dapat menjadi model pengembangan sinergi antara BUMDes dan Koperasi Desa yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Kunjungan BRIN ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja dan menghadirkan program-program yang berdampak nyata. Semoga Desa Kadu dapat terus menjadi contoh positif dalam pengelolaan BUMDes dan Koperasi Desa yang profesional, mandiri, dan berpihak kepada masyarakat,” tutupnya. (*)











