Green House Desa Sodong, Inovasi Kurangi Pengangguran dan Tingkatkan Ekonomi Warga

Green House milik Pemdes Sodong, menjadi solusi untuk mengurangi pengangguran dan menjadikan masyarakat sebagai petani. Randy/Bantenekspres.co.id

 

TIGARAKSA,BANTENEKSPRES.CO.ID — Pemerintah Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, terus berupaya menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satu terobosan yang berhasil dikembangkan adalah pembangunan Green House yang dimanfaatkan sebagai sarana pemberdayaan masyarakat sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi warga.

Bacaan Lainnya

Green House tersebut tidak hanya dibangun sebagai pelengkap fasilitas desa, melainkan menjadi wadah produktif bagi masyarakat untuk mengembangkan sektor pertanian modern, khususnya budidaya buah melon. Melalui program ini, warga yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan dapat terlibat langsung dalam kegiatan pertanian hingga memperoleh penghasilan dari hasil panen.

Kepala Desa Sodong, Dony Bambang Priyangga, mengatakan bahwa pembangunan Green House merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Kami ingin fasilitas yang dibangun di desa benar-benar memberikan manfaat nyata. Green House ini bukan sekadar bangunan, tetapi menjadi sarana bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, dan memperoleh penghasilan. Harapan kami, semakin banyak warga yang bisa merasakan manfaat dari program ini,” ujar Dony kepada Bantenekspres.co.id, Selasa 9 Juni 2026.

Menurutnya, persoalan pengangguran harus dihadapi dengan langkah-langkah inovatif yang mampu menciptakan peluang usaha dan pekerjaan secara berkelanjutan.

“Kami melihat potensi pertanian cukup besar untuk dikembangkan. Karena itu, pemerintah desa berupaya menghadirkan fasilitas yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Ketika masyarakat memiliki akses dan kesempatan, mereka mampu menciptakan usaha serta lapangan kerja untuk dirinya sendiri,” katanya.

Dony menuturkan, program Green House yang telah berjalan selama beberapa tahun tersebut terbukti memberikan hasil positif. Beberapa kali masa panen melon berhasil dilakukan dan menghasilkan pendapatan bagi kelompok masyarakat yang mengelolanya. Selain memberikan keuntungan ekonomi, Green House juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga dalam mengembangkan keterampilan bertani secara modern dan mandiri.

“Yang paling membanggakan adalah masyarakat mampu mengelola kegiatan ini secara mandiri. Mereka belajar mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga pemasaran hasil panen. Ini menjadi modal penting agar masyarakat semakin percaya diri untuk mengembangkan usahanya,” ungkap Dony.

Ia menjelaskan, sejak awal pemerintah desa berperan sebagai fasilitator dengan memberikan dukungan berupa penyediaan sarana dan modal awal agar program dapat berjalan dengan baik.

“Pemerintah desa memberikan dukungan pada tahap awal, baik dari sisi fasilitas maupun permodalan. Setelah itu, masyarakat yang menjalankan dan mengembangkannya. Kami ingin tumbuh kemandirian sehingga program ini bisa terus berkelanjutan,” jelasnya.

Keberadaan Green House juga dinilai mampu menumbuhkan semangat gotong royong dan kerja sama antar warga. Pengelolaan dilakukan secara kelompok sehingga masyarakat dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mengembangkan budidaya tanaman.

“Kami berharap Green House ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang ada. Ketika masyarakat produktif, perekonomian desa akan semakin kuat dan kesejahteraan warga juga meningkat,” tutupnya. (*)

 

Pos terkait