LARANGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dalam upaya meningkatkan mutu pengajaran terhadap siswa, Kepala Sekolah SDN Larangan 1 rutin adakan supervisi guru setiap semester. Hal ini bertujuan untuk memastikan materi yang disampaikan kepada siswa tetap relevan.
Kepala Sekolah SDN Larangan 1, Sahroni, menjelaskan tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memotret secara langsung bagaimana guru mengimplementasikan metode mengajar di hadapan siswa. Menurutnya, kesesuaian metode sangat menentukan efektivitas penyerapan ilmu.
“Ingin melihat saja ya, metode yang disampaikan guru tuh seperti apa sih,” ujar Sahroni kepada bantenekspres.co.id, Rabu 20 Mei 2026. Kemudian, Ia juga menekankan pentingnya observasi langsung untuk menjaga standar kualitas pengajaran.
Selain metode, aspek kontekstual materi menjadi sorotan utama dalam supervisi kali ini. Sahroni menginginkan agar tenaga pendidik tidak hanya terpaku pada materi yang ada di dalam buku cetak, tetapi mampu mengaitkannya dengan realitas sosial.
Ia menegaskan, guru harus mampu membawa isu-isu terkini ke dalam ruang kelas. Hal ini bertujuan agar siswa memiliki pandangan yang luas dan tidak merasa bosan dengan teori yang kaku.
“Materi yang disampaikan itu masih kontekstual apa enggak gitu, dihubungkan dengan hal-hal terkini atau tidak gitu. Saya ingin ada jadi materi itu tidak hanya textbook,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mendorong para guru untuk terus berinovasi dalam mengembangkan bahan ajar. Kreativitas guru dalam mengolah materi dianggap sebagai kunci utama dalam menciptakan suasana belajar yang interaktif dan dinamis.
Dikatakan Sahroni, dalam pelaksanaannya, kegiatan supervisi ini dilakukan secara terstruktur dan mencakup seluruh tenaga pendidik yang ada di SDN Larangan 1. Pihak sekolah telah menetapkan jadwal khusus agar setiap guru mendapatkan giliran untuk dievaluasi.
Mengenai frekuensi kegiatan, Sahroni menjelaskan supervisi dilakukan secara berkala. Hal ini dimaksudkan agar proses evaluasi berjalan objektif dan memberikan ruang bagi guru untuk melakukan perbaikan di semester berikutnya.
“Kalau ketentuan itu saya biasanya satu semester cukup satu kali. Seluruh guru itu harus supervisi satu semester. Jadi satu tahun dua kali supervisi,” tuturnya.
Dengan adanya supervisi rutin ini, SDN Larangan 1 berharap para siswa dapat menerima pendidikan yang bermutu. Langkah ini dinilai mampu mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga peka terhadap lingkungan sekitar. (*)
Reporter: Muhammad Dhuyuf Khuzaimi










