SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Proyek pembangunan flyover frontage Kaligandu–Unyur berdampak pada jaringan pipa milik Perumdam Tirta Madani Kota Serang. Akibat pekerjaan konstruksi tersebut, distribusi air bersih ke sejumlah kawasan perumahan untuk sementara dialihkan.
Wilayah yang terdampak di antaranya Perumahan Taman Banten Lestari (TBL), Banten Indah Permai (BIP), dan Taman Mutiara Indah (TMI). Pengalihan aliran membuat tekanan air yang diterima pelanggan menjadi lebih kecil dari biasanya.
Direktur Utama Arif Setiawan mengatakan, jaringan pipa PDAM yang berada di area proyek baru diketahui setelah pekerjaan flyover mulai berjalan.
“Hal itu terkait aliran pipa yang ada di lokasi flyover. Itu kan program pemerintah pusat. Mungkin saat koordinasi komunikasinya kurang ke kami, bahwa di lokasi tersebut ada pipa PDAM,” ujar Arif, kepada Tangerang Ekspres, Rabu 20 Mei 2026.
Menurutnya, setelah pihak Perumdam menyampaikan keberadaan jaringan pipa tersebut, pelaksana proyek bersama pihak PU Provinsi meminta dilakukan penanganan agar pekerjaan konstruksi tetap berjalan.
Ia menjelaskan, saat ini Perumdam tengah melakukan pemindahan jaringan pipa sepanjang sekitar 350 meter ke sisi kiri jalur proyek. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari dampak pengecoran dan pekerjaan boring di lokasi pembangunan flyover.
“Pas pekerjaan dimulai, baru kami sampaikan bahwa di situ ada pipa PDAM. Akhirnya pihak PU Provinsi menyerahkan ke kami untuk melakukan sonding. Jadi kami hanya menangani dampak dari pekerjaan pelaksana,” katanya.
Selama proses pemindahan berlangsung, distribusi air ke kawasan terdampak dialihkan melalui jalur Sawah Luhur menuju TBL. Kondisi itu menyebabkan tekanan air ke pelanggan menjadi berkurang.
“Dampaknya sekarang dirasakan pelanggan di wilayah TBL, BIP, dan TMI karena alirannya memutar dulu melalui Sawah Luhur. Mudah-mudahan satu minggu selesai,” ucapnya.
Meski demikian, Arif memastikan gangguan tersebut tidak menyebabkan distribusi air terhenti total. Pelanggan hanya mengalami penurunan debit dan tekanan air sementara waktu.
“Alirannya tidak sampai mati total, hanya tekanan air yang sebelumnya besar sekarang menjadi kecil,” jelasnya.
Ia berharap proses normalisasi dapat segera dilakukan apabila pekerjaan penanaman pipa di lapangan berjalan lancar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Serang, Iwan Sunardi membenarkan adanya jaringan pipa Perumdam yang terdampak pembangunan flyover frontage Kaligandu–Unyur.
Menurutnya, persoalan tersebut saat ini telah dikoordinasikan dengan pihak provinsi dan Perumdam agar distribusi air ke masyarakat tetap terjaga. “Sudah dikomunikasikan dengan pihak provinsi dan Perumdam. Saat ini sedang dikaji langkah perbaikannya supaya tidak mengganggu distribusi air ke kawasan sekitar,” ujarnya.
Di sisi lain, Lurah Unyur Nana Heryatna menilai gangguan distribusi air sejauh ini belum terlalu berdampak terhadap aktivitas warga di lingkungan sekitar. “Pada prinsipnya sebelum ada PDAM, warga juga sudah menggunakan air tanah,” katanya.
Ia menambahkan, hingga kini pihak kelurahan belum menerima laporan serius dari RT maupun RW terkait gangguan distribusi air akibat proyek tersebut. (*)
Reporter: Aldi Alpian Indra









