Warga Ciputat bermama Junaidi mengatakan, dirinya dan puluhan warga sekitar datang dan menuntut supaya anak-anak mereka yang tinggal disekitar Tegal Rotan bisa diterima di SMAN 10 Tangsel. “Ada 23 anak disekitar yang daftar ke SMAN 10 Tangsel dan dinyatakan gagal masuk, meskipun secara domisili jarak rumah dengan sekolah hanya sekitar 10 meter saja,” ujarnya.
Junaidi menambahkan, dalam SPMB formasi mengenai aturan zonasi baru diterima warga sekitar hanya 3 hari sebelum pendaftaran dibuka. Semula, warga mengira jika jalur domisili berdasarkan domisili akan mempermudah anak-anak mereka diterima di sekolah tersebut. “Nyatanya tetap pakai nilai meskipun melalui jalur domisili,” tambahnya.
Menurutnya, dengan tidak diterimanya anak-anak mereka artinya pihak sekolah menutup pendidikan bagi masyarakat sekitar. “Seharusnya sistem zonasi ini membuat warga sekitar jadi mudah masuk SMAN 10 Tangsel tapi, ternyata sulit,” ungkapnya.









