SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah menyoroti terkait pelaksanaan otonomi daerah yang belum optimal, bahkan terkesan setengah hati. Saat ini masih terjadi tarik ulur antar kebijakan pemerintah pusat dan daerah.
Hal itu diungkapkan usai memimpin Apel Peringatan Hari Otonomi Daerah 2026 di Halaman Gedung Setda Provinsi Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin, 27 April 2026.
Wagub Banten mengatakan, otonomi daerah merupakan salah satu instrumen utama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Namun ia menyayangkan masih terdapat beberapa kebijakan yang kembali ditarik ke Pemerintah Pusat.
“Tapi kewenangan masih ditarik lagi ke pusat ada beberapa, tapi kita ikuti saja aturan yang ada,” katanya.
Ia menyoroti adanya tren penarikan kembali sejumlah kewenangan ke pemerintah pusat dalam beberapa waktu terakhir. Ia berharap pemerintah melakukan evaluasi mendalam terkait efektivitas sistem yang berjalan saat ini dibandingkan dengan awal masa reformasi.
“Tapi kita berharap betul-betul bagaimana desentralisasi yang kaffah, kecuali ada beberapa hukum, agama, keamanan, dan pertahanan dan luar negeri. Kalau terkait yang lain-lain, diserahkan kepada daerah, seperti tahun 2000 sebelumnya,” ungkapnya.
Menurutnya, banyak daerah yang wanprestasi sehingga memicu sentralisasi kembali, Dimyati meminta agar hal tersebut tidak dijadikan alasan untuk menjalankan desentralisasi secara setengah hati.
“Saya harap ke depan dievaluasi lagi, lebih banyak mana manfaat dan madaratnya antara sistem saat awal reformasi dengan yang sekarang. Jangan sampai kewenangan masih tumpang tindih,” jelasnya.
Meski begitu, Dimyati menyebutkan terdapat tiga tujuan utama mengapa daerah harus diberikan kepercayaan lebih, yakni pelayanan cepat dengan memangkas birokrasi agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih responsif.
“Kedua bagaimana kemandirian daerah, ketiga bagaimana supaya yang namanya potensi daerah dikembangkan,” paparnya. (*)
Reporter: Syirojul Umam









