Bidik Pelaku Usaha Travel, Mitsubishi Fuso Promosikan Canter Bus di Tangerang Raya

Bidik Pelaku Usaha Travel, Mitsubishi Fuso Promosikan Canter Bus di Tangerang Raya
Brand Manager PT. Dwindo Berlian Samjaya, Jo Herman (tengah) foto bersama pelaku usaha perjalanan wisata atau travel di Tangerang Raya. Foto Tri Budi/Bantenekspres.co.id

SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – PT Dwi Berlian Samjaya bersama PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) menggelar gathering bersama puluhan pelaku usaha perjalanan wisata atau travel di Tangerang Raya.

Kegiatan yang dikemas dalam Business Meeting Mitsubishi Fuso bersama pengusaha travel dan pelaku perjalanan wisata tersebut dilaksanakan di Restoran Lembur Kuring BSD, Serpong, Jumat malam, 5 Juni 2026.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut menjadi ajang memperkenalkan Mitsubishi Fuso Canter Bus sebagai alternatif armada transportasi bagi industri pariwisata yang terus berkembang.

Brand Manager PT. Dwindo Berlian Samjaya, Jo Herman mengatakan, kegiatan tersebut dikemas dalam suasana ramah tamah dan diikuti sekitar 25 perusahaan travel serta pelanggan potensial dari wilayah Tangerang Raya.

“Acara ini memang kami khususkan untuk mengundang para pelaku usaha perjalanan wisata. Kami melihat sektor pariwisata memiliki prospek yang sangat menjanjikan sehingga membutuhkan armada yang andal dan efisien,” ujarnya, Jumat, 5 Juni 2026

Jo Herman menambahkan, Mitsubishi Fuso melalui KTB sebagai agen pemegang merek (APM) kendaraan niaga terus memperluas pasar Canter Bus yang selama ini belum banyak dikenal oleh pelaku usaha travel.

Selain memasarkan kendaraan untuk sektor logistik, perkebunan dan industri, Mitsubishi Fuso kini mulai serius menggarap pasar transportasi pariwisata. “Kami ingin para pengusaha travel memanfaatkan kendaraan kami sebagai armada operasional karena memiliki banyak keunggulan dibanding kendaraan sejenis,” tambahnya.

Menurutnya, saat ini Mitsubishi Fuso menyediakan Canter Bus tipe FE 71 Long yang mampu mengangkut hingga 19 penumpang. Selain itu tersedia pula sasis FE 71 BC yang dapat dikaroseri sesuai kebutuhan pelanggan.

Untuk kapasitas lebih besar, tersedia sasis FE 84 GBC yang dapat dikembangkan menjadi bus dengan kapasitas sekitar 29 hingga 32 kursi tergantung desain karoseri yang dipilih konsumen.

“Kalau yang sudah tersedia dari APM saat ini adalah Canter Bus FE 71 Long dengan kapasitas 19 seat. Untuk kapasitas lebih besar, pelanggan bisa melakukan karoseri sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Dari sisi harga, Canter Bus FE 71 Long dipasarkan mulai sekitar Rp745 juta. Sementara sasis dibanderol mulai Rp450 juta hingga Rp650 juta tergantung tipe dan spesifikasi kendaraan.

Untuk mendongkrak penjualan, Mitsubishi Fuso juga menawarkan berbagai program promosi selama periode tertentu.

“Untuk pembelian bulan ini ada promo cashback, program leasing, diskon hingga Rp30 juta dan hadiah langsung televisi LED 32 inci,” ungkapnya.

Jo Herman mengaku, Canter Bus memiliki sejumlah keunggulan seperti konsumsi bahan bakar yang lebih irit, tenaga mesin yang kuat, biaya perawatan yang kompetitif serta dukungan layanan purna jual yang mudah dijangkau.

“Selain irit bahan bakar, sparepart mudah didapat dan kami selalu mengutamakan ketersediaan suku cadang fast moving agar kendaraan pelanggan tidak terlalu lama menganggur saat membutuhkan perbaikan,” terangnya.

Ke depan, kegiatan serupa akan terus digelar untuk memperluas pasar kendaraan niaga Mitsubishi Fuso di sektor pariwisata. Jika respons pasar positif, perusahaan berencana mengadakan kegiatan dengan skala yang lebih besar.

“Kalau hasilnya bagus dan respons pasar positif, tidak menutup kemungkinan kami akan membuat event yang lebih besar lagi,” tutupnya.

Sementara itu, perusahaan pembiayaan PT. Dipo Star Finance (DSF) turut mendukung pengembangan pasar kendaraan Mitsubishi melalui berbagai program pembiayaan yang ditawarkan kepada konsumen, baik untuk kendaraan penumpang maupun kendaraan niaga.

Assistant Manager Marketing Department PT. DSF, Indra Syah Irawati mengatakan, perusahaan yang berdiri sejak 1983 tersebut selama ini fokus memberikan layanan pembiayaan untuk produk-produk Mitsubishi.

“Pada dasarnya kami adalah perusahaan pembiayaan yang mendukung penjualan kendaraan Mitsubishi. Karena memang secara bisnis kami memiliki keterkaitan yang kuat dengan Mitsubishi,” ujarnya.

Irawati menambahkan, saat ini, Dipo Star Finance telah memiliki 33 cabang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Kalimantan hingga Pulau Jawa. Menurutnya, seluruh produk Mitsubishi dapat dibiayai melalui Dipo Star Finance, mulai dari kendaraan penumpang (passenger car) hingga kendaraan niaga seperti truk dan bus.

“Kami mendukung pembiayaan kendaraan pribadi maupun kendaraan komersial. Selama itu produk Mitsubishi, tentu menjadi fokus layanan kami,” tambahnya.

Wanita berkerudung ini menjelaskan, kehadiran Dipo Star Finance dalam berbagai kegiatan promosi Mitsubishi merupakan bagian dari sinergi bisnis yang selama ini telah terjalin.

“Kalau ada kegiatan Mitsubishi biasanya kami ikut terlibat. Karena memang pembiayaan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung penjualan kendaraan,” jelasnya.

Dari sisi layanan, Dipo Star Finance menawarkan berbagai pilihan skema pembiayaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Untuk kendaraan penumpang, tenor pembiayaan tersedia hingga tujuh tahun. Sedangkan untuk kendaraan komersial seperti truk dan bus, tenor umumnya berkisar antara empat hingga lima tahun.

“Untuk kendaraan penumpang bisa sampai tujuh tahun. Kalau kendaraan komersial biasanya empat sampai lima tahun, menyesuaikan kebutuhan usaha pelanggan,” ungkapnya.

Selain tenor yang fleksibel, perusahaan juga menyediakan berbagai program promosi seperti bunga ringan, uang muka rendah hingga program smart cash yang memungkinkan konsumen memperoleh pembiayaan dengan skema khusus.

“Kami memiliki banyak program. Ada yang menawarkan bunga ringan, ada DP ringan, bahkan ada program tertentu dengan bunga nol persen sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Tak hanya pembiayaan kendaraan utuh, Dipo Star Finance juga dapat mendukung pembiayaan untuk kendaraan yang masih berupa sasis dan proses pembangunan bodi kendaraan di perusahaan karoseri.

“Kalau konsumen membeli sasis lalu membangun bodi melalui karoseri, pembiayaannya juga bisa kami bantu. Jadi kebutuhan kendaraan usaha dapat didukung secara menyeluruh,” tutupnya.

Sementara itu, perusahaan karoseri PT. Tri Jaya Union terus memperkuat kolaborasi dengan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) dan jaringan dealer Mitsubishi Fuso dalam mengembangkan pasar kendaraan niaga dan transportasi pariwisata di Indonesia.

Assistant Manager Sales and Marketing Division PT. Tri Jaya Union, Rain Januardo mengatakan, perusahaan yang berdiri pada 15 November 1978 di Bitung, Kabupaten Tangerang itu merupakan perusahaan karoseri milik pengusaha lokal Indonesia yang didirikan oleh Poniman. Saat ini perusahaan dikelola generasi kedua, Suanda Poniman.

“PT Tri Jaya Union berdiri sejak tahun 1978 di Bitung, Tangerang. Sekarang perusahaan dikelola oleh generasi kedua, yaitu Bapak Suanda Poniman,” ujarnya.

Rain, menambahkan, selain bergerak di bidang karoseri, perusahaan juga merakit bodi kendaraan untuk berbagai jenis sasis bus, termasuk bus mikro dan bus medium Mitsubishi tanpa kabin.

Menurutnya, kerja sama dengan Mitsubishi Fuso dilakukan karena Tri Jaya Union merupakan salah satu perusahaan karoseri rekanan resmi KTB dalam pengembangan produk kendaraan niaga.

“Sebagai perusahaan karoseri rekanan KTB, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk mendukung dealer-dealer Mitsubishi dalam memasarkan produk kendaraan niaga, termasuk Canter Bus,” tambahnya.

Meski dapat bekerja sama dengan berbagai merek kendaraan, Tri Jaya Union mengaku memiliki kerja sama khusus dengan Mitsubishi dalam pengembangan produk Canter Bus yang dipasarkan dalam kondisi siap pakai atau ready to use.

“Untuk Canter Bus memang ada kerja sama khusus antara KTB dan Tri Jaya Union. Tujuannya agar konsumen yang membutuhkan bus mikro dapat langsung memperoleh unit tanpa harus menunggu proses pembuatan bodi dari awal,” jelasnya.

Ia mengatakan, proses pembuatan bodi kendaraan di karoseri umumnya membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk bus mikro dan bus medium. Sementara untuk bus besar atau big bus, proses pengerjaan dapat mencapai empat bulan tergantung spesifikasi yang diminta pelanggan.

Untuk harga, Tri Jaya Union menawarkan berbagai pilihan sesuai ukuran dan kebutuhan kendaraan. Bodi bus mikro dibanderol mulai sekitar Rp265 juta hingga Rp275 juta, sedangkan bus medium dan bus besar memiliki harga yang lebih tinggi sesuai fitur dan spesifikasi yang digunakan.

“Semakin besar ukuran dan semakin banyak fitur yang ditambahkan, tentu harga akan menyesuaikan. Untuk bus mikro yang setara Canter Bus, harga bodi mulai sekitar Rp275 juta,” tuturnya.

Ke depan, Tri Jaya Union berkomitmen untuk terus menjalin kolaborasi dengan Mitsubishi Fuso dan jaringan dealernya guna memperluas pasar kendaraan niaga dan transportasi penumpang.

“Kami ingin membangun hubungan jangka panjang yang produktif bersama dealer Mitsubishi. Melalui kolaborasi seperti ini, masyarakat semakin mengetahui bahwa produk kendaraan Mitsubishi didukung oleh karoseri yang berpengalaman dan siap memenuhi kebutuhan pelanggan,” tutupnya. (*)

Pos terkait