ANYER,BANTENEKSPRES.CO.ID- Sebanyak 184 siswa SMK se-Banten mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Provinsi Banten, yang digelar di Marbela Hotel, Anyer mulai 9-12 Juni.
Kepala bidang SMK Dindikbud Provinsi Banten, Heryanto menyampaikan, FLS3N merupakan kegiatan ajang talenta sebagai wahana aktualisasi unjuk prestasi peserta didik, yang juga menjadi momentum untuk menemukan dan mengenali anak-anak berbakat atau yang mempunyai potensi talenta bidang seni.
“Dalam mengikuti ajang talenta seni, mereka (para siswa,red) akan mendapatkan tantangan berkarya dan berekspresi. Kegiatan ini dilaksanakan secara berjenjang mulai tingkat Kab/Kota, Provinsi dan Nasional,” ungkap Hery, saat ditemui Banten Ekspres, Selasa malam, (9/6).
Adapun tujuan dari kegiatan ini diantaranya, memberikan pengalaman berkompetisi untuk mencapai sumber daya manusia yang unggul di bidang seni. Menumbuhkembangkan etos berkesenian untuk mencapai prestasi yang tinggi dikancah Nasional. Meningkatkan kreativitas peserta didik dalam bidang seni yang berakar pada budaya bangsa.
Untuk tema kegiatan FLS3N sendiri yakni “Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya”. Untuk jumlah mata lomba 15, diantara ada lomba baca puisi, Cipta lagu, menyayi solo, menulis cerita pendek, Jurnalistik, dan fotografi, yang diikuti 184 siswa. “Hasil seleksi tingkat Provinsi ini juara ke 1 merupakan delegasi Provinsi Banten untuk mengikuti tingkat nasional yang akan dilaksanakan tanggal 5 s.d 10 Oktober 2026 secara daring,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dindukbud Jamaludin mengatakan, penyelenggaraan FLS3N merupakan salah satu bentuk implementasi Penguatan Pendidikan Karakter. Melalui kegiatan seni, dapat dikembangkan nilai-nilai karakter sebagai harmonisasi antara olah pikir, olah rasa, olah hati dan olah raga untuk membentuk manusia sejati dan menjadi sarana peningkatan mutu Sekolah Menengah Kejuruan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Melalui FLS3N diharapkan dapat mengasah karakter peserta didik dengan beraneka ragam bahasa, budaya, kesenian yang dilahirkan dan diwariskan para leluhur dari delapan Kabupaten/Kota. Melalui kegiatan I I pula dapat dipupuk toleransi, kolaborasi, dan kebersamaan dalam bingkai peradaban Banten yang beragam dan kaya raya kekhasannya.
“Saya berharap pada tahun 2026, prestasi lebih baik lagi dengan meraih peringkat tiga secara nasional walaupun harus bersaing dengan SMK Seni yang ada di Provinsi Lain di Indonesia,” pungkasnya.(*)











