Harga Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 Per Liter di Tangerang Mulai Hari Ini

Harga BBM Pertamax 92 resmi naik jadi Rp16.250 dan Pertamax Green 95 jadi Rp17.000 per liter mulai Rabu, 10 Juni 2026. Simak pantauan langsung dari SPBU Tangerang. Foto: Zakky Adnan/bantenekspres.co.id

PASARKEMIS,BANTENEKSPRES.CO.ID – PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Bahan Bakar Umum (JBU) per hari ini, Rabu, 10 Juni 2026, mulai pukul 00.00 WIB.

Lonjakan harga yang cukup signifikan terjadi pada varian Pertamax 92 dan Pertamax Green 95.

Bacaan Lainnya

Di wilayah Kabupaten Tangerang, salah satu titik yang sudah menerapkan tarif baru ini adalah SPBU 34-15519 Sindangsari, yang berlokasi di Jalan Raya Cadas Kukun, Kecamatan Pasar Kemis.

​Pengawas SPBU 34-15519 Sindangsari Ruli mengonfirmasi bahwa seluruh sistem pembayaran dan papan informasi harga telah diubah tepat pada tengah malam tadi.

​”Perubahan harga di totem (papan reklame digital), signboard, mesin dispenser, hingga sistem struk cetak, semuanya sudah kami implementasikan serentak dan wajib berlaku terhitung mulai tanggal 10 Juni 2026 pukul 00.00 WIB,” ujar Pengawas SPBU tersebut, Rabu pagi, 10 Juni 2026.

​Berdasarkan data resmi dari pihak SPBU Sindangsari, berikut adalah rincian perbandingan harga BBM per liter sebelum dan sesudah penyesuaian.

● Pertamax 92 naik Rp.16.250, harga sebelumnya Rp12.300.

● Pertamax Green 95 naik Rp.17.000, harga sebelumnya Rp12.900.

● Pertamax Turbo 98 tetap Rp.20.750.

● Pertamina Dex tetap Rp24.800.

Menurutnya, kenaikan tertinggi terjadi pada Pertamax Green 95 yang melonjak sebesar Rp4.100 per liter, disusul Pertamax 92 yang naik sebesar Rp3.950 per liter.

Sementara itu, untuk varian nonsubsidi kelas atas seperti Pertamax Turbo dan Pertamina Dex terpantau tidak mengalami perubahan harga.

​Sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi baru, pihak pengawas juga telah mengirimkan bukti dokumentasi fisik berupa foto perubahan angka tarif yang tertera di totem, signboard, mesin dispenser, hingga sampel struk transaksi terbaru kepada pihak Pertamina pusat.

​Saat ditanya mengenai dampak kenaikan harga terhadap volume pembelian masyarakat, pihak SPBU mengaku masih melakukan pemantauan di lapangan.

​”Rabu pagi ini, kami belum bisa merekap jumlah total penjualan BBM setelah adanya penyesuaian harga baru. Jadi, kami belum bisa membandingkan apakah ada penurunan atau tren statis jika disandingkan dengan jumlah penjualan pada hari Selasa kemarin,” pungkasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, situasi di SPBU Cadas Kukun Pasar Kemis terpantau kondusif, dan masyarakat mulai melakukan pengisian BBM dengan tarif yang baru. (*)

Pos terkait