Di Usia Senja, Senyum Ibu Winah Merekah Menyambut Rumah Baru dari Kopsyah BMI

Kisah haru Bu Winah (78) menerima bantuan Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) ke-568 dari Kopsyah BMI di Kresek, Tangerang. Bukti nyata koperasi peduli sesama. Foto: Kopsyah BMI

KRESEK,BANTENEKSPRES.CO.ID – Hujan deras sering kali menjadi momok yang menakutkan bagi Bu Winah (78) dan suaminya, Sukarta (80).

Pasangan lansia asal Kampung Gabus, Desa Talok, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang ini selama bertahun-tahun harus pasrah tinggal di dalam rumah yang bocor di sana-sini.

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, tiang-tiang penyangga rumah mereka sudah miring, menyisakan kecemasan setiap hari bahwa hunian tersebut bisa roboh sewaktu-waktu.

​Untuk urusan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) pun, keterbatasan fisik dan fasilitas memaksa mereka harus menumpang ke rumah sang anak.

Di usia senjanya, Ibu Winah dan suami hanya bisa melangitkan doa agar sisa hidup mereka bisa dilewati dengan lebih layak dan aman.

​Rupanya, doa tulus itu diijabah Allah SWT melalui perantara Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI).

Pada Selasa, 9 Juni 2026, air mata haru Bu Winah tak terbendung saat menerima kunci rumah dalam agenda penyerahan Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) ke-568.

Menariknya, Bu Winah merupakan warga non anggota di wilayah pelayanan Kopsyah BMI Cabang Gunung Kaler, bukti nyata bahwa kemanfaatan koperasi ini melintas batas keanggotaan.

​Hadir langsung dalam acara penyerahan yang khidmat tersebut, Radius Usman, Wakil Direktur Utama Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia sekaligus Direktur Utama Koperasi Konsumen BMI.

Dalam sambutannya, Radius menegaskan bahwa lahirnya rumah layak huni untuk masyarakat dhuafa bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari kekuatan ekonomi anggota yang dikelola secara amanah.

​”Mungkin ada yang bertanya, bagaimana bisa lahir satu rumah seperti ini? Semua berawal dari budaya menabung. Menabung melahirkan kekuatan ekonomi, melahirkan keuntungan. Keuntungan yang dikelola dengan amanah akan melahirkan kepedulian, dan akhirnya hadir rumah untuk masyarakat,” ujar Radius.

​Bagi Radius, rumah baru senilai total Rp 65.000.000 (gotong royong dari Infaq Keluarga Rp 2.000.000 dan Infaq Kopsyah BMI Rp 63.000.000) ini memuat makna psikologis yang mendalam bagi Bu Winah dan suami.

“Lihat wajah Bu Winah. Bagi beliau, rumah ini adalah ketenangan saat hujan turun,” katanya dengan nada haru.

​Aksi nyata ini menjadi penegas bahwa Kopsyah BMI berdiri di atas pilar sosial yang kuat, bukan sekadar lembaga pencari profit.

Radius menguraikan konsep ‘5 Pilar Model BMI Syariah’ yang menjadi kompas pergerakan koperasi selama ini.

Koperasi BMI berkomitmen tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, melainkan juga membangun kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

“Koperasi BMI tidak hanya ingin ekonominya bagus, tapi kesehatannya tambah bagus, anaknya tambah pintar, akhiratnya bagus, dan kehidupan sosialnya juga bagus,” ungkap Radius penuh semangat.

​Ibu Winah, yang didampingi oleh Mancab Siti Juhaeriyah saat prosesi penyerahan, mengaku masih tidak menyangka rumah reyotnya kini telah bersalin rupa menjadi kokoh dan nyaman.

​Dengan suara bergetar, IRT lansia ini menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pengurus dan anggota Kopsyah BMI.

Ia berharap, koperasi yang telah menolongnya ini dapat terus maju dan meluaskan manfaatnya.

​”Semoga Kopsyah BMI semakin maju dan berkembang, biar bisa lebih banyak membantu masyarakat seperti saya, baik anggota maupun non-anggota. Untuk pengurus dan karyawannya, semoga sehat selalu agar bisa melayani dengan maksimal,” ucap Bu Winah tulus. (*)

Pos terkait