SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang membagi area pembangunan Alun alun Kota Serang ke dalam empat zona dengan fungsi yang berbeda.
Kepala DPUPR Kota Serang, Iwan Sunardi, mengatakan pembagian zona dilakukan untuk mempermudah pelaksanaan pekerjaan sekaligus memastikan setiap area memiliki fungsi yang jelas setelah pembangunan selesai.
Menurutnya, metode tersebut juga memudahkan kontraktor dalam mengatur tahapan pekerjaan selama masa konstruksi yang diperkirakan berlangsung sekitar 200 hari. “Keuntungan pembagian empat zona ini adalah mempermudah pelaksana dalam menentukan pekerjaan yang harus dilakukan pada setiap area. Pembagian tugas dan waktu pelaksanaan juga menjadi lebih teratur sehingga progres pekerjaan dapat lebih mudah dikendalikan,” ujarnya, Rabu 10 Juni 2026.
Zona pertama akan difungsikan sebagai lapangan upacara dan kegiatan kenegaraan. Kawasan ini disiapkan sebagai pusat kegiatan resmi pemerintah maupun berbagai agenda masyarakat berskala besar.
Sementara itu, Zona 2 akan menjadi salah satu titik ikon baru Alun-Alun Kota Serang. Pada area tersebut akan dibangun air mancur serta ikon berbentuk golok yang merepresentasikan identitas budaya Banten. “Zona dua nantinya akan dilengkapi air mancur dan ikon golok sebagai simbol khas Banten,” kata Iwan.
Untuk Zona 3, pemerintah menyiapkan area permainan yang dapat dimanfaatkan anak-anak dan keluarga saat berkunjung ke alun-alun.
Sedangkan Zona 4 akan menjadi kawasan penunjang aktivitas masyarakat dengan fasilitas food court, lapangan tenis, dan area parkir yang lebih tertata.
Tak hanya itu, revitalisasi alun-alun juga akan menghadirkan fasilitas air minum siap konsumsi yang dapat digunakan pengunjung. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi inovasi baru dalam pengelolaan ruang terbuka publik di Kota Serang.
Iwan mengatakan, konsep pembagian empat zona dirancang agar seluruh aktivitas masyarakat dapat terakomodasi dalam satu kawasan yang nyaman, tertata, dan modern.
Dengan penataan tersebut, Alun-Alun Kota Serang diharapkan tidak hanya menjadi ruang berkumpul warga, tetapi juga menjadi salah satu ikon kota yang mampu mendukung aktivitas sosial, olahraga, budaya, hingga wisata keluarga. (*)











