KEMIRI,BANTENEKSPRES.CO.ID – Menjadi seorang pelayan masyarakat bukanlah pilihan yang diambil secara kebetulan oleh Rudi HK.
Bagi pria yang kini menjabat sebagai Camat Kemiri ini, dunia birokrasi adalah panggilan jiwa yang mengalir dalam darahnya sejak kecil.
Lahir dan dibesarkan di lingkungan keluarga birokrat, Rudi tumbuh dengan melihat langsung bagaimana orang tuanya mengabdi untuk negara.
”Sebenarnya, menjadi pelayan masyarakat itu memang cita-cita saya sejak kecil. Ibu saya mengabdi di dunia pendidikan, sementara ayah saya di pemerintahan. Mereka adalah motivasi terbesar saya dalam bekerja,” ungkap Rudi hangat saat berbincang di rumah dinasnya sekitar pukul 17.00 WIB, Selasa, 9 Juni 2026.
Di balik seragam dinasnya, ada banyak cerita menarik tentang bagaimana sang Camat menjaga keseimbangan hidup, memegang teguh prinsip orang tua, hingga strateginya dalam memimpin Kecamatan Kemiri.
Ketika akhir pekan tiba dan seragam PNS-nya ditanggalkan, Rudi HK kembali menjadi sosok warga biasa yang ramah. Jauh dari kesan formal, ia memilih menghabiskan hari liburnya di rumahnya yang terletak di kawasan Pasar Kemis.
Bagi Rudi, melepas penat tidak harus dengan liburan mewah. Cukup dengan melakukan aktivitas sederhana bersama tetangga sekitar rumah.
”Kalau hari libur, pagi-pagi biasanya saya beres-beres rumah, lalu jalan santai bersama tetangga sambil mengobrol. Biasanya kami jalan-jalan ke area Puri sekalian olahraga kecil supaya tubuh tetap fit,” ceritanya.
Aktivitas sederhana ini menjadi cara ampuh bagi Rudi untuk tetap membumi dan menjaga kedekatan dengan masyarakat tanpa sekat.
Menghadapi dinamika di masyarakat serta berbagai keputusan sulit tentu bukan perkara mudah. Namun, Rudi memiliki ‘kompas’ sendiri yang selalu ia pegang teguh, yaitu nasehat dari kedua orang tuanya.
Ada dua prinsip utama yang menjadi pondasi Rudi HK dalam memimpin. Menurutnya, kejujuran adalah aset paling berharga yang harus dimiliki oleh seorang pelayan publik.
Berikutnya, di tengah situasi ekonomi yang menantang, Rudi berkomitmen penuh pada program pemberdayaan masyarakat.
”Fokus utama kami adalah bagaimana masyarakat bisa sejahtera dan mampu bersaing di era saat ini melalui berbagai program pemberdayaan. Saya ingin amanah yang diberikan pimpinan ini benar-benar membawa perubahan yang lebih baik bagi warga,” tegasnya.
Keberhasilan roda pemerintahan di Kecamatan Kemiri tidak lepas dari manajemen kepemimpinan yang solid. Rudi HK menegaskan antara dirinya dan Sekretaris Kecamatan (Sekcam), Pak Soni, tidak ada istilah ‘ego sektoral’. Semua berjalan selaras berkat pembagian tugas yang jelas sesuai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi).
Sebagai pemimpin, Rudi mempercayakan pengelolaan sekretariat, termasuk urusan umum, kepegawaian, perencanaan hingga keuangan kepada Pak Sekcam.
”Kami selalu berkolaborasi. Pak Sekcam (Pak Soni) ini luar biasa, beliau bertindak sebagai filter pertama dalam memeriksa permohonan atau kebijakan dari para Kasi dan Kasubag. Meskipun arah kebijakan akhir ada di Camat, kehadiran Sekcam sebagai filter membuat pengambilan keputusan menjadi lebih matang dan tepat sasaran,” urai Rudi menutup perbincangan.
Melalui kombinasi kepemimpinan yang jujur, kedekatan dengan warga, serta kolaborasi internal yang sehat, Rudi HK optimistis Kecamatan Kemiri akan terus melangkah ke arah yang lebih sejahtera. (*)











