TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan berlangsung pada Februari 2027 mendatang, SMP PGRI I Kota Tangerang, mengambil langkah proaktif dalam memperkuat kesiapan bagi siswa kelas 9.
Kepala Sekolah SMP PGRI 1, Miftah Syarif mengatakan, di tengah dinamika transisi asesmen nasional dan standar kelulusan, peran aktif orang tua dinilai menjadi faktor penentu utama keberhasilan peserta didik, baik dari aspek penguasaan materi maupun kesiapan mental.
Miftah menegaskan, persiapan menghadapi TKA tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pihak sekolah di ruang kelas. Sinergi yang kuat antara guru dan orang tua di rumah merupakan kunci untuk menjaga fokus, motivasi, serta stabilitas emosional para siswa.
Dikatakannya, persiapan TKA bagi kelas 9 tidak hanya mengandalkan pembelajaran reguler di dalam kelas, melainkan menghadirkan program kelas khusus. Menurutnya, pihak sekolah melakukan pembinaan berkala yang diintegrasikan langsung dengan pelibatan aktif orang tua yang dinilai sangat penting dalam memotivasi anak-anaknya.
Ia menyampaikan, pihak sekolah juga telah merancang serangkaian program bimbingan akademik intensif bagi siswa kelas 9. Namun, ia mengingatkan bahwa pendampingan psikologis dan pengawasan kedisiplinan di lingkungan keluarga memegang porsi yang sama pentingnya.
“Persiapan menghadapi TKA pada Februari 2027 bukan sekadar mengejar target penguasaan materi ujian semata, melainkan bagaimana kita membangun ketahanan mental anak. Di sinilah peran orang tua sangat penting. mulai dari memantau waktu belajar mandiri di rumah, memastikan kecukupan istirahat, hingga memberikan dukungan emosional agar siswa tidak merasa terbebani secara berlebihan,” ujar Miftah saat ditemui, belum lama ini.
Dia menyebut, total siswa kelas 9 di SMP PGRI I saat ini berjumlah 243 siswa yang terbagi ke dalam 7 kelas. Dengan jumlah populasi yang signifikan, sekolah merancang strategi penanganan yang terukur agar seluruh siswa mendapatkan porsi bimbingan yang optimal, baik secara akademis di sekolah maupun pengawasan di rumah.
Miftah memaparkan, ia menerapkan beberapa aspek utama untuk memastikan siswa memiliki kesiapan yang matang diantaranya, penguatan konsep dasar dan literasi dan numerasi, yaitu pembelajaran di kelas diarahkan tidak hanya pada hafalan rumus, tetapi pada kemampuan penalaran kritis, serta pemecahan masalah. Pihaknya juga menyelenggarakan simulasi ujian untuk membiasakan siswa dengan format soal, manajemen waktu pengerjaan, serta melatih ketenangan mental dalam situasi ujian.
“Mata pelajaran yang diujikan nanti ada dua, yaitu, Bahasa Indonesia dan Matematika. Nah di sekolah kita ada yang namanya program pendampingan khusus disiapkan bagi siswa untuk mengupas tuntas kisi-kisi materi serta memberikan pembahasan soal-sola secara mendalam,” paparnya.
Tak hanya itu, kata Miftah, pola komunikasi yang terbuka antara rumah dan sekolah harus terus dijaga. Orang tua diimbau untuk aktif berkoordinasi dengan wali kelas dan guru bidang studi guna memantau perkembangan belajar anak secara berkala, sehingga potensi kendala belajar dapat segera diatasi sejak dini.
Dengan persiapan akademik yang terstruktur dari pihak sekolah yang dipadukan dengan pendampingan parenting dari orang tua murid, kata Miftah, SMP PGRI 1 optimis para siswa kelas 9 akan mampu menghadapi TKA pada Februari 2027 dengan hasil yang optimal.(*)











