CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Kasus kebakaran di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melonjak tajam sepanjang 2026. Hingga akhir Oktober, tercatat 130 kejadian kebakaran, lebih dari dua kali lipat dibandingkan total 61 kasus sepanjang 2025. Selain korsleting listrik, pembakaran sampah menjadi penyebab terbanyak kedua.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Ahmad Dohiri mengatakan, peningkatan kejadian kebakaran diduga turut dipengaruhi kondisi musim kemarau yang membuat lingkungan lebih rentan terbakar.
“Tren peningkatan kejadian kebakaran mulai terlihat sejak Mei 2026. Hingga September, jumlah kejadian telah mencapai 130 kasus,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Minggu 1 November 2026.
Dohiri menjelaskan, korsleting listrik masih menjadi penyebab utama kebakaran dengan 72 kasus. Sementara itu, pembakaran sampah menempati urutan kedua dengan 33 kasus.
Tingginya angka kebakaran akibat pembakaran sampah menjadi perhatian serius. Pasalnya, kebiasaan membakar sampah sembarangan berpotensi memicu api merambat ke lingkungan sekitar, terutama saat cuaca kering dan material di sekitarnya mudah terbakar.
“Pembakaran sampah yang dilakukan sembarangan berpotensi memicu api merambat ke lingkungan sekitar, terutama ketika kondisi cuaca kering dan material di sekitarnya mudah terbakar,” tambahnya.
Karena itu, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat perlu terus digencarkan. Aparatur kewilayahan bersama instansi terkait diharapkan aktif mengingatkan warga agar tidak membakar sampah serta lebih waspada terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing.
Selain menghindari pembakaran sampah, masyarakat juga diminta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman. Langkah tersebut penting untuk menekan risiko korsleting yang masih mendominasi penyebab kebakaran di Kota Tangsel.
“Selain pembakaran sampah, masyarakat juga perlu memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman untuk mengurangi risiko korsleting yang menjadi penyebab terbesar kebakaran di Kota Tangsel,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Omay Komarudin mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa kondisi kelistrikan kendaraan, terutama kabel dan komponen listrik lainnya.
Menurutnya, pemeriksaan kendaraan secara berkala penting dilakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran yang dipicu gangguan pada sistem kelistrikan.
“Pemeriksaan kendaraan secara berkala penting dilakukan untuk mencegah potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan sistem kelistrikan,” ujarnya.
Tingginya angka kebakaran tersebut menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas pemadam kebakaran, tetapi juga pada kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. (*)











