LARANGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID – SMP Negeri 25 Kota Tangerang terus menggenjot budaya literasi melalui berbagai program terstruktur. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk meningkatkan minat baca siswa yang dinilai masih rendah di tingkat nasional, sekaligus menjadikan buku sebagai “jendela ilmu” bagi anak-anak.
Kepala SMPN 25 Kota Tangerang, Marsum menjelaskan, esensi utama dari pengembangan budaya literasi ini adalah mengubah pola pikir dan masa depan anak didik. Mengingat tingkat literasi anak Indonesia cenderung rendah, pembiasaan membaca diharapkan mampu memperluas wawasan pengetahuan siswa.
“Dengan seringnya ada pengembangan budaya literasi atau gemar membaca ini, anak bisa meningkat. Kedepannya siswa itu tidak hanya hasil membacanya mendapat ilmu pengetahuan, tapi juga mereka ke depannya semangat untuk gemar membaca,” ungkap Marsum saat dihubungi, Minggu, 1 November 2026.
“Maka itu kita di SMPN 25 terus menggenjot, mengembangkan anak-anak supaya gemar membaca buku, karena buku itu gudangnya ilmu,” sambungnya.
Ia menjelaskan, bahwa sekolahnya telah merancang program literasi yang dijalankan secara klasikal maupun menyeluruh bagi seluruh siswa.
“Sekolah punya program yaitu kegiatan literasi yang kita jadwalkan, baik itu secara klasikal maupun dilaksanakan secara menyeluruh bagi siswa,” ujarnya.
Sebagai bentuk implementasi program secara klasikal, kata Marsum, pihak sekolah telah menyediakan fasilitas pojok baca di masing-masing ruang kelas. Fasilitas ini dirancang agar siswa dapat mengakses bahan bacaan dengan mudah.
Ia juga menyebut, kegiatan literasi dilaksanakan baik di dalam kelas maupun di luar ruang kelas. Siswa diberikan kebebasan untuk membaca berbagai jenis literatur, baik buku fiksi maupun non-fiksi.
“Bukunya sudah ada di perpustakaan, kita buat taman-taman di sekolah supaya anak-anak gemar membaca,” tambahnya.
Marsum menambahkan, komitmen SMPN 25 Kota Tangerang dalam menggalakkan literasi juga membuahkan prestasi di tingkat kota. Baru-baru ini, sekolah tersebut sukses menorehkan prestasi dalam ajang Duta Literasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan Kota Tangerang.
“Alhamdulillah belum lama ini kita mengirimkan ke Dinas Perpustakaan, kita mendapatkan peringkat lima besar untuk siswa kita menjadi juara Duta Literasi tingkat Kota Tangerang bersama tingkat SMP dan SMA/SMK,” ungkap Marsum.
Oleh karena itu, guru memegang peranan penting dalam meningkatkan minat baca di kalangan pelajar. Pihaknya juga terus mengembangkan keterampilan mengajar literasi agar guru lebih kreatif dan inovatif dalam menyampaikan materi bacaan. Guru juga dapat mengintegrasikan bacaan dengan mata pelajaran lain, sehingga para siswa merasa bahwa membaca bukanlah aktivitas yang terpisah, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang lebih luas.
Dia berharap, dengan memasifkan budaya membaca di lingkungan sekolahnya, dapat menciptakan minat baca yang tinggi bagi para siswanya.
“Diharapkan dengan membudayakan membaca akan berdampak positif pada perkembangan intelektual dan emosional para siswa. Dengan banyak membaca juga dapat membuka jalan terciptanya generasi yang lebih cerdas dan terampil dalam menghadapi tantangan di masa depan,” pungkasnya.(*)











