Luka Bakar 90 Persen, Korban Ketiga Ledakan Pasar Cimanggis Meninggal

Kondisi ruko di kawasan Pasar Cimanggis Ciputat yamg meledak masih tampak berserakan dan mengalami kerusakan parah. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Korban meninggal dunia akibat ledakan ruko di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangsel, kembali bertambah. Andri Rachmanto, warga Pondok Pinang, Jakarta Selatan, meninggal dunia pada Selasa, 27 Oktober 2026 sekitar pukul 22.22 WIB di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat.

Andri mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif akibat luka bakar serius yang dideritanya dalam peristiwa ledakan pada Rabu, 14 Oktober 2026 lalu.

Bacaan Lainnya

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Fery Afrilio Christanto mengatakan, korban mengalami luka bakar hingga sekitar 90 persen. Kondisi tersebut membuat Andri harus mendapatkan penanganan medis intensif sebelum akhirnya meninggal dunia.

“Korban ini mengalami sekitar 90 persen luka bakar dan meninggal dunia di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat,” ujarnya dalam keterangannya.

Fery menjelaskan, sebelum dirujuk ke RSUD Tarakan, Andri sempat menjalani perawatan di RSU Kota Tangsel. Namun, karena kondisi luka bakarnya sangat serius, korban kemudian dipindahkan ke rumah sakit di Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Meninggalnya Andri menambah jumlah korban jiwa dalam peristiwa ledakan ruko di kawasan Pasar Cimanggis menjadi tiga orang. Sebelumnya, dua korban dilaporkan meninggal dunia, sementara 11 orang lainnya mengalami luka-luka.

“Masih ada korban yang dirawat di rumah sakit karena mengalami luka bakar yang cukup parah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Medis RSU Kota Tangsel Lanna Marita mengatakan, pihaknya sempat menangani empat korban luka-luka sesaat setelah ledakan terjadi.

“Dua orang mengalami luka ringan dan tak lama sudah diperbolehkan pulang. Namun, dua korban lainnya harus dirujuk ke RSUD Tarakan dan RSCM Jakarta beberapa hari kemudian karena mengalami luka bakar yang sangat serius,” ujarnya.

Lanna menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, salah satu pasien yang dirujuk ke RSUD Tarakan akhirnya meninggal dunia akibat luka bakar yang sangat parah. “Luka bakarnya hampir 100 persen,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik (Kabidbalmetfor) Puslabfor Bareskrim Polri AKBP Jakaria Sembiring mengungkapkan, hasil pemeriksaan di lokasi ledakan menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas pematangan pisang.

Temuan tersebut meliputi satu tabung gas etilen berkapasitas 52 kilogram, potongan selang penyalur gas etilen, serta sebuah dinamo yang diduga berasal dari kipas atau fan yang mengalami kerusakan.

Jakaria menjelaskan, gas etilen digunakan dalam proses pematangan buah untuk mempercepat dan meratakan tingkat kematangan pisang. Proses tersebut biasanya dilakukan di ruangan khusus yang dikenal sebagai ruang ripening.

“Temuan hari ini sudah mengerucut bahwa pusat ledakan berada di dalam ruangan ripening,” ungkapnya.

Meski demikian, Jakaria menegaskan bahwa peralatan yang ditemukan merupakan perangkat yang lazim digunakan dalam usaha pematangan buah. Keberadaan barang-barang tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya tindak pidana. (*)

Pos terkait