Dorong Mutu Pembelajaran dan Profil Lulusan ‘Gus Iwan’, Ponpes Technopreneur As Shofa Gelar Seminar Upgrading Guru

Ponpes Technopreneur As-Shofa Tangerang gelar seminar upgrading guru untuk tingkatkan mutu pendidikan dan cetak lulusan berkarakter Gus Iwan. Foto: Ponpes Technopreneur As Shofa

RAJEG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Ponpes Technopreneur As Shofa, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, terus memperkuat kualitas tenaga pendidiknya melalui kegiatan Seminar Upgrading Guru yang digelar di lingkungan pondok, Perum Rajeg Asri, Desa Rajeg, Kecamatan Rajeg, beberapa hari lalu.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dewan asatidz serta pengurus dari jenjang SMP dan Madrasah Aliyah (MA) As Shofa.

Bacaan Lainnya

Seminar ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Pengasuh Pondok Pesantren Technopreneur As Shofa, Kiai Haji (K.H) Nur Rohman, S.S., M.H., serta praktisi pendidikan Dr. H. Jaja Muktahiri.

Agenda ini menjadi langkah strategis pondok untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta mutu pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai kepesantrenan.

Dalam sambutannya, KH. Nur Rohman menegaskan, Ponpes As Shofa tetap berpijak teguh pada tiga tugas pokok pesantren, yaitu pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Semangat inilah yang melahirkan identitas ‘Technopreneur As Shofa’.

Ia menjelaskan, pondok berpegang pada tagline Mandiri, Bermutu dan Berakhlakul Karimah.

Tagline tersebut dijabarkan secara konkret ke dalam profil lulusan yang dikenal dengan istilah ‘Gus Iwan’, singkatan dari bagus akhlaknya, pinter ngaji dan usahawan.

“Nilai-nilai Gus Iwan inilah yang kami tanamkan dalam kurikulum dan pembelajaran di jenjang SMP dan Madrasah Aliyah As Shofa,” ujar KH. Nur Rohman.

Meski terus berinovasi, KH. Nur Rohman dengan rendah hati mengakui perjalanan As Shofa masih panjang dan memerlukan banyak pembenahan.

Oleh karena itu, pihaknya menggandeng Dr. H. Jaja Muktahiri untuk mendampingi dan mengawal As Shofa agar tumbuh menjadi lembaga pendidikan pesantren yang profesional.

Menanggapi amanah tersebut, Dr. H. Jaja Muktahiri mengibaratkan kemajuan sebuah lembaga pendidikan sangat bergantung pada kualitas para pendidiknya.

“Jantung sekolah itu ada di guru, dan paru-parunya adalah kurikulum. Kalau jantungnya sehat, sekolah akan bergerak,” tegas Dr. Jaja di hadapan para peserta seminar.

Ia juga mengapresiasi identitas technopreneur yang diusung As Shofa, karena dinilai sejalan dengan sejarah teladan Rasulullah SAW yang dikenal sebagai seorang pedagang ulung.

Dalam sesi pemaparan materi, terdapat tujuh poin penting yang menjadi fokus pengembangan mutu pendidikan di Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa.

● Tertib Administrasi dan Pendataan: Data lembaga, santri dan guru yang tertib serta terdaftar resmi menjadi fondasi mutu sekaligus pintu akses berbagai program pemerintah.

● Jalur Karier Guru yang Jelas: Guru didorong menempuh jenjang profesional melalui pendataan, sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG), hingga studi lanjut.

● Guru Berkarya, Bukan Sekadar Mengajar: Guru unggul dituntut melahirkan produk dan karya nyata, seperti modul ajar mandiri, metode pembelajaran inovatif dan karya tulis.

● Pemanfaatan Platform Digital Guru: Guru diajak memaksimalkan platform resmi pemerintah yang menyediakan modul, bank soal dan contoh perangkat ajar.

● Keseimbangan Teori dan Praktik: Pembelajaran diarahkan agar seimbang antara teori dan praktik, selaras dengan pilar kewirausahaan dan integrated farming di As Shofa.

● Budaya Refleksi: Setiap akhir semester, guru diwajibkan menuliskan refleksi yang mencakup lima aspek, yakni capaian terbesar, pembelajaran paling efektif, tantangan terberat, perkembangan santri dan satu hal yang ingin ditingkatkan.

● Ruang Aspirasi Guru: Gagasan dan kendala guru perlu tersalurkan dengan baik, mengingat semangat guru adalah kunci utama keberlangsungan lembaga.

Seminar ini menandai babak awal dari program pendampingan berkelanjutan bagi Ponpes Technopreneur As Shofa.

Ke depan, pimpinan pondok bersama Dr. Jaja dan tim berencana menyusun peta jalan (timeline) pengembangan yang terarah dan terukur, demi mewujudkan cita-cita melahirkan generasi berkarakter Gus Iwan melalui pesantren yang mandiri, bermutu dan berakhlakul karimah. (*)

Pos terkait