STQ Ke-1 Desa Peusar, Dorong Generasi Muda Cintai Al-Qur’an

STQ Ke-1 Desa Peusar, Dorong Generasi Muda Cintai Al-Qur’an
Camat Panongan Galih Prakosa menghadiri kegiatan STQ ke-1 di Peusar sebagai bentuk dukungan dan juga semangat bagi para peserta. Foto Randy/Bantenekspres.co.id

PANONGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID – Camat Panongan, Galih Prakosa, menghadiri kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Ke-1 tingkat Desa Peusar yang berlangsung di Kantor Desa Peusar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah desa dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus mendorong generasi muda untuk terus belajar, memahami, dan mengembangkan kemampuan membaca kitab suci umat Islam.

Bacaan Lainnya

Kehadiran Camat Panongan Galih Prakosa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah kecamatan terhadap kegiatan keagamaan yang memberikan dampak positif bagi pembinaan mental dan spiritual masyarakat.

Galih Prakosa mengatakan, pelaksanaan STQ di tingkat desa merupakan kegiatan yang sangat positif dan perlu terus didukung. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari peserta terbaik, tetapi juga menjadi sarana membangun kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

“Alhamdulillah, saya sangat mengapresiasi dan menyambut baik pelaksanaan STQ Ke-1 tingkat Desa Peusar ini. Kegiatan seperti ini memiliki nilai yang sangat penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan desa,” ujar Galih kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 1 November 2026.

Ia menuturkan, melalui kegiatan STQ, masyarakat khususnya anak-anak dan generasi muda dapat semakin termotivasi untuk mempelajari Al-Qur’an. Sebab, kemampuan membaca Al-Qur’an perlu terus diasah dan dibina sejak usia dini agar menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita ingin generasi muda tidak hanya mengenal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kecintaan untuk membacanya, mempelajari maknanya, serta memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan begitu, Al-Qur’an bisa menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan,” katanya.

Galih juga berharap, kegiatan STQ tidak berhenti hanya pada pelaksanaan perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi awal tumbuhnya semangat pembinaan keagamaan secara berkelanjutan di tengah masyarakat.

Menurutnya, pembinaan generasi muda melalui kegiatan keagamaan merupakan investasi penting untuk membentuk karakter, akhlak, serta kepribadian yang baik. Terlebih, perkembangan zaman saat ini menuntut adanya penguatan nilai moral dan spiritual bagi anak-anak maupun remaja.

“Melalui STQ ini, kita berharap lahir generasi yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik, berakhlak mulia, dan mempunyai pemahaman agama yang kuat. Ini menjadi bekal penting bagi mereka dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” ungkapnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, tokoh agama, para orang tua, hingga lembaga pendidikan keagamaan, untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap pembinaan generasi Qur’ani.

“Kami dari pemerintah kecamatan tentu sangat mendukung kegiatan keagamaan seperti ini. Mari kita jadikan STQ sebagai momentum untuk meningkatkan semangat membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (*)

Pos terkait