Pengusaha Makin Betah Menanamkan Modal di Kota Tangerang

BANTENEKSPRES.CO.ID, KOTA TANGERANG–Para pengusaha makin betah mengembangbiakkan duitnya di Kota Tangerang. Ini yang membuat para pengusaha makin banyak berinvestasi. Tahun 2025 semester I realisasi investasi mencapai Rp 8,2 triliun dari target 15, 11 triliun.

Bahkan, Kota Tangerang mencatatkan diri sebagai kabupaten/kota dengan realisasi investasi tertinggi di Banten. Untuk menjaga tren positif tersebut, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang mengumpulkan perwakilan perusahaan. Mereka mendapatkan Bimbingan Teknis (Bimtek) Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) di Ruang Akhlakul Karimah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (25/09).
 
Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, dalam sambutannya menegaskan bahwa investasi adalah motor penting penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Ia mengatakan angka investasi Rp 8,2 triliun pada semester I itu membuktikan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim dunia usaha Kota Tangerang. “Tugas kita adalah memastikan iklim investasi semakin nyaman, aman, dan kondusif,” kata Herman.
 
Ia memaparkan Bandara Internasional Soekarno–Hatta dan infrastruktur yang baik menjadi daya tarik bagi investor. “Kualitas sumber daya manusia, serta kemudahan layanan perizinan juga menjadi faktor utama investor mau menanamkan modalnya di Kota Tangerang,” lanjutnya. Kepala DPMPTSP Kota Tangerang, Sugiharto Achmad Bagdja, menjelaskan bimtek ini diikuti oleh 95 pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari industri, perdagangan, jasa, kesehatan, hingga perhotelan.

Bacaan Lainnya

Ia menekankan bahwa LKPM bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen penting dalam membaca denyut nadi investasi di daerah. “Melalui LKPM, kita bisa melihat berapa tenaga kerja terserap, apa saja yang diproduksi, hingga kendala yang dihadapi pelaku usaha. Data ini menjadi bahan berharga bagi pemerintah untuk melahirkan kebijakan yang benar-benar berpihak pada dunia usaha,” katanya.

Sugiharto mengungkapkan realisasi investasi masih didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 71 persen, serta Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 29 persen. Ia melanjutkan, beberapa sektor usaha yang mendominasi investasi di Kota Tangerang tidak jauh berbeda dengan periode sebelumnya. Sektor industri karet dan plastik mencapai Rp2,4 triliun (20 persen), sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi mencapai Rp1,6 triliun (13 persen).

Lalu, sektor perdagangan dan reparasi mencapai Rp1,6 triliun (13 persen), sektor perumahan dan kawasan perkantoran mencapai Rp881,7 miliar (7 persen), sektor logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatan mencapai Rp834 miliar (7 persen), sektor listrik, gas, dan air mencapai Rp807,1 miliar (6 persen), sektor industri kertas dan percetakan Rp697,1 miliar (5 persen) dan sektor lainnya mencapai Rp3,6 triliun (29 persen). (adv)

Pos terkait