TIGARAKSA,BANTENEKSPRES.CO.ID – RSUD Tigaraksa, menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan tentang penyakit asma guna meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pencegahan dan penanganan penyakit tersebut.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan RSUD Tigaraksa itu diikuti oleh pasien, keluarga pasien, serta masyarakat umum yang antusias mendapatkan informasi mengenai kesehatan pernapasan. Penyuluhan berlangsung interaktif dengan sesi edukasi dan tanya jawab langsung bersama tenaga medis.
Dalam pemaparannya, dr. Muhamad Iman Nugraha salah satu dokter di RSUD Tigaraksa menjelaskan, bahwa asma merupakan penyakit kronis pada saluran pernapasan yang dapat kambuh akibat berbagai faktor pencetus seperti debu, asap rokok, polusi udara, hingga perubahan cuaca.
“Asma merupakan penyakit yang tidak bisa dianggap sepele karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari apabila tidak ditangani dengan baik. Penyakit ini bisa kambuh kapan saja ketika penderita terpapar faktor pencetus,” ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Kamis 7 Mei 2026.
Ia mengatakan, masih banyak masyarakat yang belum memahami cara mengendalikan asma dengan benar, sehingga sering kali pasien hanya berobat ketika serangan terjadi.
“Padahal pengelolaan asma itu harus dilakukan secara rutin, bukan hanya saat kambuh saja. Pasien perlu kontrol secara berkala ke fasilitas kesehatan agar kondisi kesehatannya tetap terpantau,” katanya.
Menurutnya, kepatuhan dalam penggunaan obat juga menjadi salah satu kunci penting dalam pengendalian asma agar serangan dapat dicegah sedini mungkin.
“Kepatuhan menggunakan obat sesuai anjuran dokter sangat penting. Jangan menghentikan penggunaan obat tanpa konsultasi terlebih dahulu karena dapat meningkatkan risiko kekambuhan,” jelasnya.
Selain itu, Iman juga mengingatkan masyarakat untuk mulai menjaga kualitas udara di lingkungan sekitar serta menghindari paparan asap rokok yang dapat memperburuk kondisi penderita asma.
“Asap rokok menjadi salah satu pemicu utama yang sering menyebabkan kambuhnya asma. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih, terutama bagi anggota keluarga yang memiliki riwayat asma,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diberikan edukasi mengenai teknik penggunaan inhaler yang benar. Menurutnya, masih banyak pasien yang menggunakan inhaler secara kurang tepat sehingga manfaat obat tidak maksimal.
“Penggunaan inhaler harus sesuai teknik yang benar agar obat dapat masuk secara optimal ke saluran pernapasan. Kesalahan penggunaan inhaler sering membuat pengobatan menjadi kurang efektif,” tuturnya.
Tak hanya itu, peserta juga diberikan pengetahuan mengenai langkah penanganan pertama saat terjadi serangan asma mendadak. Sesi tanya jawab pun dimanfaatkan masyarakat untuk berkonsultasi langsung terkait keluhan kesehatan yang dialami.
Ia berharap melalui kegiatan penyuluhan tersebut masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan pernapasan serta mampu mengendalikan penyakit asma dengan baik.
“Kami berharap masyarakat bisa lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan paru dan saluran napas. Dengan penanganan yang tepat, penderita asma tetap dapat menjalani aktivitas secara normal dan memiliki kualitas hidup yang baik,” tandasnya. (*)
penyakit asma, kesehatan










