Diduga Tercemar Limbah, Warga Keluhkan Bau Menyengat di Sungai Terminal Pakupatan

Diduga Tercemar Limbah, Warga Keluhkan Bau Menyengat di Sungai Terminal Pakupatan
Warga Keluhkan bau menyengat di sepanjang aliran anak sungai di terminal Pakupatan Kota Serang

SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Warga di sepanjang aliran anak sungai kawasan Terminal Pakupatan, yang bermuara dari Komplek BMS, Cipocok Jaya, Kota Serang, mengeluhkan bau menyengat yang tercium hampir sepekan terakhir.

Bau tak sedap tersebut disebut menyerupai bangkai bercampur gas, dan kian terasa saat cuaca panas serta angin bertiup kencang.

Bacaan Lainnya

Salah seorang warga, Opi, mengatakan kondisi ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan memicu keluhan pusing.

“Baunya sudah hampir seminggu, seperti bau bangkai sampai bikin pusing. Apalagi kalau panas dan ada angin, baunya makin menyengat, seperti bau busuk bercampur gas,” ujarnya, Minggu 3 Mei 2026.

Menurutnya, warga sempat menduga bau berasal dari bangkai hewan. Namun setelah ditelusuri di sepanjang aliran sungai, tidak ditemukan sumber bangkai tersebut.

“Awalnya kami kira bangkai, tapi setelah dicek dari ujung ke ujung tidak ada. Warga Perumahan BMS yang berada di sepanjang aliran juga mengeluhkan hal yang sama,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga di wilayah Kemang Patung yang masih berada dalam satu aliran sungai.

Meski bau sangat menyengat, secara kasat mata kondisi air terlihat normal tanpa perubahan warna mencolok. Hal ini justru menambah kekhawatiran warga.

“Airnya terlihat normal, tidak ada warna aneh, tapi baunya sangat menyengat,” ucapnya.

Warga menduga bau tersebut berasal dari pencemaran limbah. Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya sejumlah ikan sapu-sapu mati di aliran sungai.

“Padahal ikan sapu-sapu terkenal kuat, tapi ini bisa mati. Jadi kami curiga ada limbah,” ungkapnya.

Atas kondisi tersebut, warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan pengecekan serta penanganan, guna memastikan sumber bau dan mencegah dampak lebih luas terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat. (*)

Pos terkait