INSTING Puskesmas Panongan Jemput Bola, Deteksi Dini Balita Stunting hingga Skrining TBC

INSTING Puskesmas Panongan Jemput Bola, Deteksi Dini Balita Stunting hingga Skrining TBC
Puskesmas Panongan saat melakukan giat INSTING di Desa Renca Iyuh, Kecamatan Panongan sebagai salah satu pencegahan. Stunting pada balita

PANONGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID — Puskesmas Panongan terus mengintensifkan penanganan stunting melalui program Identifikasi Balita Stunting Keliling (INSTING) yang digelar di Desa Ranca Iyuh, Kecamatan Panongan, Minggu 3 Mei 2026.

Program ini menjadi langkah jemput bola untuk memastikan deteksi dini dan intervensi cepat terhadap balita yang berisiko mengalami stunting.

Bacaan Lainnya

Tim pelaksana gizi bersama dokter umum turun langsung ke lapangan melakukan serangkaian pemeriksaan. Mulai dari validasi data balita bermasalah gizi, pemeriksaan kadar Hemoglobin (Hb), hingga tes Mantoux guna mendeteksi dini tuberkulosis (TBC) pada anak.

Kepala Puskesmas Panongan, dr. Yasmina Ediani, menegaskan bahwa INSTING merupakan strategi aktif yang dirancang untuk menjangkau langsung masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya menunggu pasien datang, tetapi justru mendatangi langsung balita yang berisiko. Dengan begitu, deteksi bisa dilakukan lebih cepat dan akurat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, validasi data menjadi fondasi penting dalam menentukan intervensi yang tepat sasaran. Menurutnya, data yang akurat akan membuat penanganan lebih efektif dan terukur.

Selain itu, pemeriksaan Hb juga menjadi fokus utama untuk mendeteksi anemia yang kerap luput dari perhatian, namun berdampak besar terhadap tumbuh kembang anak.

“Anemia sering tidak disadari, padahal sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan. Karena itu, pemeriksaan Hb menjadi bagian penting dalam kegiatan ini,” jelasnya.

Tak hanya itu, skrining TBC melalui tes Mantoux turut dilakukan sebagai langkah pencegahan dini. Infeksi TBC pada anak diketahui dapat memperburuk kondisi gizi dan memperlambat pertumbuhan.

“Kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat. Deteksi dini TBC menjadi bagian dari upaya tersebut,” tambahnya.

Yasmina juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga kesehatan anak, mulai dari pemenuhan gizi seimbang hingga menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci dalam menekan angka stunting.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran orang tua sangat penting untuk memastikan anak tumbuh sehat dan terpantau secara rutin,” tutupnya. (*)

Pos terkait