CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Potensi cuaca ekstrem diperkirakan melanda wilayah Banten dalam beberapa hari ke depan. Hal ini disampaikan BMKG melalui analisis dinamika atmosfer yang dilakukan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II.
Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto mengatakan, saat ini terdapat sejumlah fenomena atmosfer yang aktif dan berkontribusi terhadap peningkatan potensi cuaca signifikan di Banten.
“Gelombang Rossby Ekuator dan Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Banten,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu, 2 Mei 2026.
Selain itu, kondisi tersebut juga memicu terbentuknya sirkulasi siklonik di sebelah barat Bengkulu yang menyebabkan adanya pertemuan dan perlambatan angin di wilayah Jawa bagian barat. Dampaknya, potensi pembentukan awan hujan semakin meningkat.
“Pada skala lokal, labilitas atmosfer yang kuat juga mendukung pertumbuhan awan konvektif secara cepat,” tambahnya.
Berdasarkan prakiraan, hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat berpotensi terjadi pada periode 3 hingga 5 Mei 2026. Kondisi ini dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Wilayah yang berpotensi terdampak hujan lebat hingga sangat lebat antara lain Kabupaten Pandeglang bagian selatan, Kabupaten Lebak bagian tengah dan selatan, Kabupaten Tangerang bagian selatan, serta Kota Tangsel.
“Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga diperkirakan terjadi di Kabupaten Serang bagian barat dan selatan, Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, serta wilayah tengah dan utara Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang,” terangnya.
Memasuki periode 6 hingga 8 Mei 2026, potensi hujan masih terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah, seperti Pandeglang bagian utara, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Tangerang bagian selatan.
Tak hanya itu, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi ini berpeluang terjadi di Selat Sunda bagian barat Pandeglang, perairan selatan Pandeglang, serta perairan selatan Lebak.
Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang.
“Masyarakat diharapkan melakukan langkah antisipatif, seperti memastikan saluran air tidak tersumbat, menghindari daerah rawan bencana, serta mengamankan barang-barang penting,” terang Hartanto.
BMKG juga mengingatkan agar masyarakat selalu mengakses informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum jelas kebenarannya. (*)










