TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Kasus Diabetes di Kabupaten Tangerang menunjukkan tren fluktuatif sepanjang awal 2026. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat ribuan warga menjalani pemeriksaan setiap bulannya, dengan mayoritas merupakan pasien lama.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengungkapkan pada Januari terdapat 6.747 pasien yang dilayani. Angka itu sempat menurun pada Februari menjadi 6.683 pasien, kemudian naik kembali pada Maret sebanyak 6.787 pasien, dan mencapai 6.811 pasien pada April.
“Angka tersebut merupakan jumlah pasien yang diperiksa setiap bulan, dan sebagian besar merupakan pasien ulangan, bukan kasus baru,” ujar Hendra, Minggu 2 Mei 2026.
Ia menjelaskan, kondisi ini menegaskan bahwa diabetes termasuk penyakit kronis yang membutuhkan pemantauan berkelanjutan. Pasien yang telah terdiagnosis diharapkan rutin melakukan pemeriksaan guna menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mencegah komplikasi.
Terkait penyebab, Hendra menyebut faktor genetik memang berpengaruh, namun pola hidup menjadi faktor dominan yang memicu meningkatnya kasus di masyarakat.
“Ada yang karena faktor keturunan, tapi sebagian besar disebabkan pola hidup tidak sehat,” katanya.
Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula dan tepung serta kurangnya aktivitas fisik menjadi pemicu utama. Karena itu, ia mengimbau masyarakat mulai menerapkan gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan.
“Rajin bergerak, kurangi makanan berbasis tepung, hindari makanan dan minuman manis, serta perbanyak konsumsi makanan berserat,” pungkasnya. (*)










