CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Jumlah cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 akhirnya resmi ditetapkan sebanyak 58 cabor.
Kepastian tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) oleh Ketua Umum KONI Provinsi Banten Agus Rasyid, kepada Ketua Pengurus Besar (PB) Porprov VII Banten 2026, Pilar Saga Ichsan, di Aula Blandongan, Balai Kota Tangsel, Kamis, 30 April 2026.
Agus Rasyid mengatakan, jumlah cabor pada Porprov kali ini meningkat signifikan dibanding sebelumnya. Pada Porprov VI di Kota Tangerang hanya mempertandingkan 47 cabor, sementara kini bertambah menjadi 58 cabor.
“Penetapan ini tidak dilakukan sembarangan. Semua melalui mekanisme panjang, mulai dari kajian, verifikasi, hingga rapat pimpinan,” ujarnya, Kamis, 30 April 2026.
Agus menegaskan, cabor yang dipertandingkan merupakan cabang yang relevan dengan event nasional dan internasional seperti Olimpiade dan SEA Games. Hal ini dilakukan agar pembinaan atlet di daerah sejalan dengan kebutuhan prestasi tingkat lebih tinggi.
Agus juga menekankan pentingnya tiga aspek utama dalam penyelenggaraan Porprov, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses administrasi.
“Bukan hanya sukses pelaksanaan, tapi juga bagaimana prestasi atlet dan tata kelola administrasi berjalan baik,” tambahnya.
Menurutnya, Kota Tangsel dinilai siap menjadi tuan rumah, baik dari sisi penyelenggaraan maupun prestasi. “Saya lihat Kota Tangsel sudah siap. Ini akan membawa kebanggaan dan mengangkat daerah,” jelasnya.
Untuk mendukung pelaksanaan, KONI Banten mengalokasikan dana hibah sebesar Rp7,5 miliar yang akan disinkronkan dengan anggaran Pemkot Tangsel. “Dipakainya ya untuk penyelenggaraan. Karena ada pembentukan SC dam OC,” tuturnya.
Sementara itu, Ketu PB Porprov VII Banten 2026 Pilar Saga Ichsan menyampaikan apresiasi atas penyerahan SK tersebut. Ia menyebut penetapan 58 cabor menjadi amanah besar bagi panitia.
“Awalnya kami mengusulkan 52 cabor, lalu setelah evaluasi dan verifikasi bertambah menjadi 58 cabor,” ujarnya.
Menurut Pilar, peningkatan jumlah cabor menunjukkan bahwa Porprov merupakan ajang milik seluruh masyarakat Banten, sekaligus membuka ruang pembinaan lebih luas bagi atlet.
Sebagai tuan rumah, pihaknya memastikan seluruh persiapan terus dimatangkan, termasuk mengantisipasi berbagai risiko selama penyelenggaraan. “Ini bukan hanya hajat Kota Tangsel, tapi hajat seluruh Provinsi Banten,” tegasnya.
Dari total 58 cabor, hampir seluruhnya akan digelar di Kota Tangsel. Hanya dua cabor yang kemungkinan dilaksanakan di luar daerah karena keterbatasan bentang alam, yakni motocross dan selancar. Untuk motocross, lokasi masih dalam kajian, sementara cabang layar direncanakan digelar di kawasan pantai Anyer.
Dari sisi venue, sekitar 13 cabor akan menggunakan fasilitas milik pemerintah kota, sementara sisanya memanfaatkan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti sekolah, kampus, TNI, Polri, hingga perusahaan swasta.
“Banyak pihak ingin terlibat dan menawarkan fasilitasnya. Ini membuat Porprov benar-benar menjadi hajat bersama,” jelas Pilar.
Sejumlah venue juga masih dalam tahap pembangunan, seperti arena sepatu roda dan voli pasir. Ditargetkan seluruh venue rampung sebelum pelaksanaan Porprov pada November 2026. Di sisi lain, Pemkot Tangsel telah menyiapkan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk mendukung pembinaan dan penyelenggaraan Porprov.
Panitia juga akan menggelar kick-off Porprov pada 3 Mei 2026 di BSD. Agenda ini akan menjadi momen peluncuran resmi, termasuk pengenalan logo, maskot, dan jingle Porprov.
“Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Porprov VII Banten 2026 diharapkan tidak hanya sukses sebagai ajang olahraga, tetapi juga mampu mendorong peningkatan prestasi atlet serta memperkuat kebersamaan seluruh masyarakat Banten,” tutupnya.
58 cabor yang akan dipertandingkan dalam Porprov VII Banten 2026 adalah cricket, angkat besi, panahan, bridge, woodball, bulu tangkis, e-Sport, menembak, squash, bola basket, tarung derajat, taekwondo, dayung, petanque, gateball, senam, renang, atletik, panjat tebing, catur, biliar, drumband, IMI atau olahraga bermotor, arung jeram, muaythai.
Kemudian tinju, sepatu roda, softball, karate, pencak silat, bola voli, tenis meja, hockey, gulat, sepak bola, judo, golf, IODI, IPF (pickleball), MPI (pentathlon), PSOI, rugby, barongsai, selam, bowling, floor ball, futsal, jujitsu, anggar, binaraga, sambo, sepak takraw, IBCA-MMA, kurash, sepeda, angkat berat, bola tangan dan wushu. (*)










