SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dari pemerintah kabupaten dan kota ke Bank Banten diklaim menjadi motor penggerak utama dalam meningkatkan performa finansial bank milik daerah Banten tersebut. Sinergi ini diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di wilayah Provinsi Banten.
Komisaris Bank Banten, Deden Apriandhi, mengatakan bahwa peningkatan produktivitas menjadi target utama setelah pencapaian positif pada tahun 2025. Ia menekankan pentingnya Bank Banten untuk terus tumbuh dan menjadi motor penggerak ekonomi regional.
“Apa yang dicapai di 2025 itu sesuatu yang baik tapi harus terus ditingkatkan. Harapannya, memang harus bisa menjadi motor pemindahan ekonomi dan ekonomi sekitar,” ujar Deden dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa 28 April 2026.
Hingga saat ini, empat wilayah yakni Kabupaten Lebak, Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Pandeglang telah memercayakan RKUD mereka ke Bank Banten. Pihak manajemen terus berupaya agar kabupaten dan kota lain di Provinsi Banten dapat segera menyusul langkah serupa.
“Mudah-mudahan daerah lain ikut menyusul untuk menitipkan RKUD-nya ke Bank Banten,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, memaparkan laporan kinerja tahun buku 2025 yang menunjukkan tren positif di berbagai sektor. Salah satu keberhasilan yang menonjol adalah perbaikan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL).
“Perbaikan yang cukup signifikan yaitu gross NPL ratio di akhir tahun 2025 sudah berada di bawah 5%. Aset kita juga sudah berada di atas Rp10 triliun,” katanya.
Berdasarkan data yang dipaparkan, indikator keuangan Bank Banten tahun 2025 mencatat, yaitu kredit yang diberikan mencapai Rp5,07 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp6,42 triliun, dengan rata-rata pertumbuhan di atas 30% dibandingkan tahun 2024.
Busthami optimis bahwa penambahan anggota kabupaten/kota yang memindahkan RKUD akan berimplikasi langsung pada penyaluran kredit, khususnya bagi ASN dan PPPK. Dengan masuknya Kabupaten Serang, terdapat potensi pengelolaan kredit tambahan sekurang-kurangnya Rp3 triliun.
“Sesuai dengan rencana bisnis bank tahun 2026, proyeksi laba bersih kita di akhir tahun adalah Rp75 miliar. Tapi kami berusaha bersungguh-sungguh untuk bisa mencapai di atas target tersebut,” tegasnya.
Menghadapi tahun 2026, Bank Banten berkomitmen untuk terus melakukan transformasi digital dan efisiensi proses bisnis. Fokus utama perusahaan juga akan diarahkan pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan berintegritas guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah. (*)









