TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Anggota DPRD Kota Tangerang, Edi Suhendi mengajak warga Kota Tangerang untuk menggunakan transportasi umum. Menyusul penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi oleh PT Pertamina (Persero) per 10 Juni 2026, yang menyebabkan harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Terlebih, memanfaatkan layanan transportasi umum yang telah disediakan Pemkot Tangerang, seperti angkutan Si Benteng dan Bus Tayo, kata Edi, dapat menghemat biaya dan mengurangi kemacetan serra menekan polusi udara di wilayah perkotaan.
“Kenaikan harga BBM menjadi perhatian bersama. Nah untuk menghemat biaya, yuk kita gunakan transportasi umum. Pemkot sudah memfasilitasi Si Benteng dan Bus Tayo,bagi pelajar sudah digratiskan. Nah untuk umum biayanya sangat murah,” ujar Edi, saat di temui di gedung DPRD, Jumat, 12 Juni 2026.
“Jadi memanfaatkan transportasi umum juga dapat hemat sekaligus berkontribusi mengurangi kemacetan dan polusi udara di Kota Tangerang,” sambungnya.
Menurut politisi dari PKS ini, minat masyarakat terhadap transportasi umum di Kota Tangerang terus menunjukkan tren positif. Hal tersebut terlihat dari jumlah pengguna Bus Rapid Transit (BRT) Tangerang atau Bus Tayo yang mencapai 1.731.753 penumpang sepanjang tahun 2025. Sementara Januari hingga Mei 2026, jumlah penumpang telah mencapai 763.130 orang.
Edi yang juga anggota Komisi IV ini mendorong Pemkot Tangerang untuk terus meningkatkan kualitas layanan transportasi umum, baik dari sisi kenyamanan, keamanan, keterjangkauan tarif, maupun konektivitas antarrute agar semakin diminati masyarakat.
“Dengan layanan yang semakin baik, kami optimistis masyarakat akan semakin tertarik beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum,” pubgkasnya. (*)
.











