Kabupaten Tangerang Raih Penghargaan Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi Berbasis Beasiswa

Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Tangerang Akhmad Farhan (kanan), menerima penghargaan dari Dahlan Iskan, Founder Disway Group (kiri) pada ajang Disway Top Regional Leader Awards 2026 di JW Marriott Hotel Jakarta, Kamis (11/6). Foto: Miladi Ahmad

JAKARTA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Tangerang berhasil meraih penghargaan dalam kategori Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi Berbasis Beasiswa pada ajang Disway Top Regional Leader Awards 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa pendidikan tinggi.

Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Tangerang, Akhmad Farhan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam ajang ini.

Bacaan Lainnya

“Kami sangat mengapresiasi penghargaan yang diberikan oleh Disway kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang sebagai salah satu pemenang Top Leaders,” ujar Farhan usai menerima penghargaan dari Disway Top Regional Leader Awards 2026 di JW Marriott Hotel Jakarta, Kamis (11/6).

Menurutnya, penghargaan tersebut sejalan dengan salah satu program unggulan Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, yang berfokus pada peningkatan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat melalui program beasiswa kuliah hingga lulus.

“Di Kabupaten Tangerang memang pada periode ini, pak Bupati Maesyal Rasyid memiliki salah satu program unggulan, yaitu memberikan beasiswa untuk masyarakat yang ingin berkuliah sampai selesai. Kami berharap program ini dapat meningkatkan kualitas SDM di Kabupaten Tangerang,” katanya.

Farhan menjelaskan, program beasiswa tersebut terus dikembangkan secara bertahap setiap tahun. Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen memperluas jangkauan penerima manfaat agar semakin banyak mahasiswa yang memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi.

“Secara bertahap kami akan terus meningkatkan target mahasiswa yang bisa kami biayai melalui program beasiswa ini,” ungkapnya.

Program tersebut diperuntukkan khusus bagi warga Kabupaten Tangerang. Salah satu syarat utama penerima beasiswa adalah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kabupaten Tangerang sebagai bukti domisili. “Iya, harus ber KTP Kabupaten Tangerang,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan para penerima beasiswa dapat menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi, baik yang berada di Kabupaten Tangerang, wilayah Banten, daerah lain di Indonesia, hingga luar negeri.

“Ada yang kuliah di Kabupaten Tangerang, ada juga yang di Banten, di luar Banten, bahkan ada yang di luar negeri, yaitu di Al-Azhar University,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, tingginya manfaat yang diberikan membuat program ini mendapatkan respons positif dari kalangan pelajar. Ia menyebut antusiasme masyarakat untuk mengikuti seleksi beasiswa juga terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

“Semakin lama semakin meningkat antusiasme para pelajar untuk mengikuti beasiswa ini. Karena beasiswa ini diberikan sampai selesai kuliah, sehingga mereka bisa menjadi sarjana dengan full beasiswa,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Cheka Virgowansyah, mengatakan kunci keberhasilan pembangunan daerah terletak pada kemampuan kepala daerah dalam mengenali karakteristik dan potensi wilayah masing-masing.

“Daerah harus mengetahui competitive advantage dan cooperative advantage yang dimilikinya. Tidak semua daerah bisa maju dengan pariwisata, tidak semua daerah bisa maju dengan pertanian. Ketika daerah mengetahui sektor yang paling berkontribusi terhadap PDRB, maka sektor itulah yang bisa menjadi penentu keberhasilan daerah,” ujarnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya pengambilan kebijakan berbasis data dalam menghadapi tantangan pembangunan saat ini.

“Tantangan kepala daerah hari ini tidak cukup hanya dengan semangat, tetapi harus memimpin dengan data. Data PDRB, sektor-sektor yang paling berkontribusi, dan sektor yang mampu memberikan leverage effect terbesar harus menjadi dasar dalam menyusun strategi pembangunan daerah,” pungkasnya. (*)

 

 

Pos terkait