KARAWACI, BANTENEKSPRES.CO.ID – Suasana khidmat menyelimuti lapangan SDN Karawaci 6 saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Momentum ini dimanfaatkan sekolah untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme siswa melalui upacara bendera yang digelar pada Sabtu 2 Mei 2026.
Kegiatan tersebut tidak sekadar seremoni rutin. Penggunaan pakaian adat oleh para siswa menjadi simbol kuat untuk mengingatkan pentingnya melestarikan budaya bangsa di tengah arus modernisasi. Di bawah kibaran Merah Putih, siswa diajak kembali memahami makna perjuangan para pahlawan.
Salah satu guru SDN Karawaci 6, Diana Dwi Amaliah, mengatakan peringatan Hardiknas menjadi momen tepat untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada peserta didik.
“Harapannya melalui kegiatan ini siswa dapat mengenang jasa para pahlawan, khususnya pahlawan pendidikan, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air, nasionalisme, dan kepedulian terhadap budaya Indonesia,” ujarnya, Minggu 3 Mei 2026.
Ia menambahkan, pelaksanaan upacara tersebut juga selaras dengan tema Hardiknas tahun ini, yakni “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan pendidikan inklusif.
Menurut Diana, esensi Hardiknas bukan hanya seremoni, tetapi juga pengingat bahwa pendidikan berkualitas harus dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Kami berharap setiap anak di Indonesia, baik di kota maupun desa, kaya maupun kurang mampu, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas,” tuturnya.
Selain akses, kualitas pendidikan juga menjadi perhatian. Ia menegaskan, pendidikan harus mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat.
Diana turut mengingatkan kembali ajaran Ki Hajar Dewantara yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan pembentukan karakter.
“Tujuan pendidikan bukan hanya mencetak siswa yang pintar, tetapi juga membentuk pribadi yang jujur, beretika, berbudaya, dan peduli terhadap sesama,” pungkasnya. (*)











