Investasi Banten Melaju Kencang Capai Rp34,4 Triliun

Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Virgojanti saat memaparkan capaian investasi di Provinsi Banten, di kantornya, Kamis 7 Mei 2026.

 

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Provinsi Banten mengawali tahun 2026 dengan catatan ekonomi yang impresif. Di tengah bayang-bayang ketidakpastian global, Provinsi Banten membuktikan diri sebagai magnet investasi yang tangguh.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti mengatakan, realisasi investasi pada Triwulan I 2026 menembus angka Rp34,4 triliun. Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa Banten tetap menjadi destinasi favorit para pemodal.

“Capaian ini memenuhi 24,19 persen dari target tahunan sebesar Rp142,19 triliun, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 10,61 persen (year-on-year),” katanya, Kamis 7 Mei 2026.

Ia menjelaskan, capaian tersebut menempatkan Banten dalam 4 besar nasional realisasi investasi, dengan kontribusi 6,9 persen terhadap total investasi Indonesia pada Triwulan I 2026. Posisi ini semakin kuat Dimana Banten menduduki Peringkat ke-3 nasional untuk PMDN dan Peringkat ke-7 nasional untuk PMA.

“Artinya, Banten tidak hanya menjadi tujuan investasi domestik, tetapi juga tetap menarik di mata investor global,” ujarnya.

Lebih lanjut, struktur investasi di Banten masih didominasi oleh PMDN sebesar 68 persen atau Rp23,33 triliun. Sementara itu, PMA berkontribusi sebesar 32 persen.

“Dominasi ini menjadi sinyal bahwa pelaku usaha nasional memiliki keyakinan tinggi terhadap prospek ekonomi Banten, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah dari dalam,” terangnya.

Virgo mengaku, sebaran investasi menunjukkan konsentrasi pada wilayah dengan basis industri kuat, seperti Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang.

Investasi masih terkonsentrasi di wilayah industri dan penyangga ekonomi nasional, dengan rincian Kabupaten Tangerang: Rp17,41 triliun (50,67%), Kota Tangerang: Rp5,45 triliun (15,86%), Kota Cilegon: Rp4,30 triliun (12,51%), Kabupaten Serang: Rp3,62 triliun (10,52%), Kota Tangerang Selatan: Rp. 2,47 triliu (7,20%), Kabupaten Lebak: Rp. 0,58 triliun (1,69%), Kota Serang: Rp. 0,30 triliun (0,87%) dan Kabupaten Pandeglang: Rp. 0,23 triliun (0,66%).

“Kawasan-kawasan ini menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi, didukung oleh infrastruktur yang terus berkembang serta kedekatan dengan pusat ekonomi nasional,” jelasnya.

Di sisi sektor, investasi masih didominasi oleh:
Perumahan, kawasan industri dan perkantoran: Rp12,42 triliun (36,16%), Industri kimia dan farmasi: Rp4,79 triliun (13,94%), Industri logam dasar: Rp3,02 triliun (8,80%), Perdagangan dan reparasi: Rp2,30 triliun (6,69%).

Menurutnya, investasi juga membawa dampak nyata bagi masyarakat. Sepanjang Triwulan I 2026, realisasi investasi berhasil menyerap 51.643 tenaga kerja, mayoritas merupakan tenaga kerja Indonesia.

“Hal ini mempertegas bahwa investasi di Banten bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, mengatakan bahwa capaian ini tidak lepas dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.

“Kami memastikan Banten menjadi daerah yang melayani dan ramah bagi investasi. Seluruh proses kami dorong lebih cepat, transparan, dan memberikan kepastian kepada investor,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa arah kebijakan investasi tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pemerataan.

“Investasi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, kami terus mendorong pemerataan investasi hingga ke wilayah selatan Banten,” paparnya. (*)

 

Pos terkait