Jelang Porprov Banten 2026, Koni Kota Tangerang Anggarkan Rp15 Miliar untuk 44 Cabor

Wakil Ketua Koni Kota Tangerang, Arsani Maidi.

TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – KONI Kota Tangerang menyoroti penetapan jumlah cabang olahraga (cabor) yang mencapai 60 yang telah ditetapkan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai tuan rumah Pekan Olahraga tingkat Provinsi (Porprov) Banten VII yang akan digelar pada November 2026 mendatang. Pasalnya, jumlah tersebut melampaui proyeksi awal dan berdampak signifikan pada kesiapan infrastruktur serta anggaran.

Wakil Ketua Koni Kota Tangerang, Arsani Maidi mengungkapkan, pihaknya memprediksi sekitar 50 Cabor yang akan dipertandingkan pada Porprov Banten VII nanti. Namun, Kota Tangsel sebagai tuan rumah menetapkan sebanyak 60 Cabor yang akan dipertandingkan nanti.

Bacaan Lainnya

Lonjakan jumlah cabor tersebut secara langsung membebani anggaran pembinaan di tingkat kota/kabupaten di wilayah Banten sebagai peserta. Hal itu diungkapkan

Arsani menyebut, Koni Kota Tangerang saati ini baru melakukan pembinaan melalui program Pusat Latihan Cabang (Puslatcab) terhadap 44 cabor dengan anggaran Rp15 Miliar.

“Proyeksi kami awalnya sekitar 50 cabor, tapi ternyata naik ke 60. Ada peningkatan lebih dari 20 persen. Sedangkan di Koni Kota Tangerang yang sudah berjalan sekarang hanya 44 cabang olahraga, itu yang sudah kami lakukan pembinaan saat ini dengan anggaran Rp15 M.”ungkap Arsani saat ditemui, Rabu, 6 Mei 2026.

Dikatakannya, terdapat empat Cabor yang baru akan dipertandingkan dalam perhelatan Porprov nanti. Namun, hingga saat ini keempat Cabor itu belum bergabung menjadi anggota Koni Kota Tangerang.

“Ada 4 cabor baru yang bahkan belum bergabung menjadi anggota KONI Kota Tangerang, sehingga belum tersentuh pembinaan,” ujarnya.

Menyikapi kendala anggaran tersebut, pihak KONI Kota Tangerang kini tengah berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan akan meminta arahan lebih lanjut dari Walikota Tangerang.

“Terkait solusi anggaran akibat penambahan cabor ini, nanti Pak Wali kota yang bisa memberikan kebijakan lebih lanjut,” kata Arsani.

Arsani juga menyampaikan keprihatinannya terkait kesiapan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 mendatang. Ia menyoroti koordinasi dan tahapan pelaksanaan yang dinilai masih minim sosialisasi. Padahal, waktu persiapan hanya menyisakan sekitar enam bulan.

Arsani menjelaskan, berdasarkan regulasi Porprov, bulan Mei seharusnya sudah memasuki tahapan pendaftaran tahap satu atau entry-by-sport. Namun, hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai sistem yang akan digunakan oleh tuan rumah.

“Kita berharap teman-teman Kota Tangerang Selatan menjalankan tahapan sesuai jadwal. Sekarang sudah bulan Mei, harusnya pendaftaran entry-by-sport sudah jalan agar terbaca berapa cabor yang diikuti 8 kota/kabupaten. Jangan sampai kita lengah,” tegasnya.

Arsani juga menekankan pentingnya sinergi antara tiga unsur utama yakni, penyelenggara yakni KONI Provinsi Banten, kemudian pelaksana Tuan Rumah/PB Porprov, yakni Kota Tangsel serta peserta, 8 kota/kabupaten di wilayah Provinsi Banten.

“Kami sebagai peserta belum tahu apa yang harus dikerjakan minggu depan atau bulan depan. Sosialisasi tahapan ini penting, jangan sampai nanti Porprov digelar tapi pesertanya bingung karena tidak ada informasi mengenai sistem pendaftarannya, apakah online atau manual,” tegasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan pemaparan di Rapat Kerja (Raker) KONI Banten, disebutkan hingga saat ini masih banyak venue yang belum siap, terutama untuk cabor dengan sarana khusus seperti sepatu roda dan motocross.

“Ini harusnya jadi pertimbangan tuan rumah saat menetapkan cabor di tengah sisa persiapan yang hanya 6 bulan,” pungkasnya.(*)

Pos terkait