SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) menggelar apel serentak di seluruh sekolah yang dilanjutkan dengan peluncuran program GEMAS LIBAS serta aksi bersih-bersih lingkungan oleh ribuan siswa di sekitar satuan pendidikan.
Kepala Dindikbud Kota Serang , Ahmad Nuri, dalam arahannya menyampaikan amanat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang menekankan pentingnya meninjau kembali arah dan tujuan pendidikan di Indonesia.
Ia menyebut, peringatan Hardiknas tahun ini menekankan tiga hal, yakni penghargaan terhadap jasa tokoh pendidikan, penerapan metode pembelajaran deep learning, serta penguatan karakter siswa terutama dalam kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Sebagai bentuk implementasi dari nilai tersebut, Dindikbud Kota Serang meluncurkan program GEMAS LIBAS (Gerakan Masyarakat dan Sekolah dalam Menciptakan Lingkungan Bersih). Program ini langsung dijalankan usai apel dengan melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PKBM, PAUD, TK, SD hingga SMP.
Para siswa melakukan aksi bersih-bersih lingkungan di sekitar sekolah dengan jangkauan sekitar 500 meter hingga 1 kilometer. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kebiasaan positif sejak dini sekaligus mendorong keterlibatan aktif siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Ahmad Nuri menegaskan, melalui gerakan ini sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar secara akademis, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Sekolah harus menjadi agen perubahan, tidak hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
Pemkot Serang pun berharap program ini dapat menjadikan sekolah sebagai agen perubahan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan. (*)










