CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangsel memberikan penghargaan kepada tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) berprestasi dan berinovasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta tata kelola pemerintahan.
Penghargaan tersebut diserahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel Bambang Noertjahjo saat apel Hari Kesadaran Nasional yang digelar di halaman Balai Kota Tangsel, Rabu, 17 Juni 2026.
Pada kategori ASN Berprestasi, penghargaan diberikan kepada Luly Arfan, Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Puskesmas Pondok Benda, Dinas Kesehatan Kota Tangsel. Ia dinilai berhasil menghadirkan inovasi Mobile App SPPD Online 3.0 yang mendukung efektivitas administrasi perjalanan dinas.
Sementara itu, dua ASN lainnya meraih penghargaan kategori ASN Berinovasi. Mereka adalah Ali Akbar, Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah Kota Tangsel dengan inovasi E-Kisanak (Kinerja Serapan Anggaran Kecamatan dan Kelurahan), serta Budi Mulia, Kepala SD Negeri Serpong 04 yang mengembangkan sistem absensi digital berbasis barcode bagi guru dan siswa.
Sekda Kota Tangsel Bambang Noertjahjo mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk membangun budaya kerja yang produktif dan inovatif di lingkungan birokrasi.
“Ini menjadi salah satu instrumen penting untuk memberikan motivasi kepada ASN agar terus meningkatkan kinerja dan menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat maupun organisasi,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Rabu, 17 Juni 2026.
Bambang menambahkan, penghargaan yang diberikan juga menjadi bagian dari sistem penilaian kinerja ASN yang dapat berdampak terhadap pengembangan karier pegawai.
“Kami ingin menjaga konsistensi budaya apresiasi ini agar semangat berinovasi terus tumbuh di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan,” tambahnya.
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian dalam penghargaan tersebut adalah sistem absensi digital yang dikembangkan Budi Mulia di SDN Serpong 04. Inovasi itu memanfaatkan aplikasi Datang Reader yang terhubung dengan sistem penyimpanan berbasis cloud sehingga proses pencatatan kehadiran guru dan siswa dapat dilakukan secara real-time.
Budi mengatakan, ide tersebut muncul dari keinginannya menciptakan sistem absensi yang lebih transparan dan akurat dibandingkan metode manual yang selama ini digunakan.
“Dulu absensi masih dilakukan secara manual sehingga ada potensi kesalahan maupun manipulasi data. Karena itu saya mencoba membuat sistem yang lebih akuntabel dan dapat dipantau secara langsung,” ujarnya.
Melalui sistem tersebut, setiap guru dan siswa memiliki barcode yang digunakan untuk melakukan absensi. Data kehadiran kemudian langsung tersimpan secara digital dan dapat diakses kapan saja.
Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatatan kehadiran, tetapi juga menjadi sarana membangun budaya disiplin di lingkungan sekolah. “Saya harus datang lebih awal sebagai kepala sekolah, kemudian guru juga terdorong hadir sebelum siswa. Jadi sistem ini ikut membangun budaya disiplin bagi seluruh warga sekolah,” tambahnya.
Budi menjelaskan, aplikasi tersebut memungkinkan guru melakukan absensi siswa melalui telepon pintar yang terhubung dengan akun masing-masing. Seluruh data kehadiran tersimpan secara otomatis dan dapat direkap berdasarkan kelas.
“Data kehadiran tercatat sampai hitungan menit bahkan detik. Karena itu sangat sulit untuk dimanipulasi,” jelasnya.
Sistem absensi digital tersebut mulai diterapkan sejak tahun ajaran 2022/2023 dan hingga kini masih digunakan secara aktif di SDN Serpong 04. Pengoperasiannya pun relatif sederhana karena hanya memerlukan input data guru dan siswa yang kemudian diolah menjadi barcode untuk keperluan absensi.
Keberhasilan inovasi tersebut mendapat perhatian dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangsel. Bahkan, inovasi itu dinilai berpotensi diterapkan lebih luas di berbagai satuan pendidikan guna meningkatkan kualitas pengelolaan data kehadiran.
“Harapannya inovasi ini bisa menjadi praktik baik yang diterapkan di sekolah-sekolah lain. Yang paling penting adalah membangun karakter disiplin dan tanggung jawab sejak dini,” ungkapnya.
Melalui program penghargaan ASN Berprestasi dan ASN Berinovasi, Pemkot Tangsel berharap semakin banyak aparatur yang terdorong menghadirkan terobosan baru dalam pelayanan publik maupun pengelolaan pemerintahan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (*)
Reporter : Tri Budi











