Pemkot Pagar Alam Pelajari Strategi Kota Tangsel Raih Juara TP2DD dan Tingkatkan PAD

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan (tengah) menyerahkan cinderamata kepada Plt. Wali Kota Pagar Alam, Bertha (tiga kanan) saat menerima kunjungan dari Pemkot Pagar Alam. Humas Tangsel For Bantenekspres.co.id

 

CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Pagar Alam, Sumatera Selatan, melakukan studi tiru ke Pemkot Tangsel guna mempelajari pengelolaan pendapatan daerah serta strategi digitalisasi yang berhasil mengantarkan Kota Tangsel meraih berbagai prestasi di bidang keuangan daerah.

Bacaan Lainnya

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Pagar Alam, Bertha yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Pagar Alam. Kunjungan tersebut diterima Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsa didampingi Sekretaris Bapenda Kota Tangsel Rahayu Sayekti di Ruang Anggrek, Balai Kota, Senin, 15 Juni 2026.

Sekretaris Bapenda Kota Tangsel Rahayu Sayekti mengatakan, salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah proses pemisahan organisasi perangkat daerah yang menangani pendapatan daerah di Pemkot Pagar Alam.

“Mereka sedang membentuk Bapenda yang sebelumnya masih bergabung dalam BKAD. Karena itu mereka ingin belajar dari pengalaman Kota Tangsel yang juga pernah mengalami proses serupa,” ujarnya.

Rahayu menambahkan, rombongan Pemkot Pagar Alam juga banyak menanyakan strategi yang dilakukan Kota Tangsel hingga berhasil meraih peringkat pertama Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Regional Jawa-Bali.

“Mereka ingin mengetahui faktor-faktor yang membuat Tangsel bisa menjadi juara TP2DD. Kami menjelaskan bahwa salah satu kuncinya adalah transformasi digital yang terus dilakukan dalam pelayanan dan pembayaran pajak daerah,” tambahnya.

Menurutnya, Pemkot Tangsel saat ini terus mendorong penggunaan sistem pembayaran digital melalui berbagai kanal, seperti QRIS, virtual account, hingga platform pembayaran elektronik lainnya. Selain itu, optimalisasi penerimaan daerah juga dilakukan melalui peningkatan pelayanan, pengawasan, dan penagihan pajak daerah.

“Kami menyampaikan bahwa optimalisasi pajak daerah dilakukan melalui perbaikan pelayanan, pengawasan yang lebih efektif, serta langkah penagihan yang terukur,” jelasnya.

Dalam aspek pengawasan, Bapenda Kota Tangsel menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui program Daftar Sasaran Pengawasan Bersama (DSPB). Kerja sama tersebut bertujuan mencocokkan data omzet yang dilaporkan wajib pajak kepada pemerintah daerah dengan data yang dilaporkan kepada otoritas pajak pusat.

“Melalui DSPB, kami dapat melakukan pengawasan bersama terhadap kepatuhan pelaporan omzet wajib pajak,” ungkapnya.

Sementara untuk penagihan tunggakan pajak, Pemkot Tangsel juga bekerja sama dengan Kejaksaan melalui mekanisme Surat Kuasa Khusus (SKK). “Kerja sama dengan kejaksaan dalam penagihan pajak juga menjadi salah satu hal yang menarik perhatian mereka dan ingin diadopsi,” ungkapnya.

Selain itu, rombongan Pemkot Pagar Alam juga mempelajari sistem pelayanan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang telah diterapkan secara digital di Kota Tangsel.

Menurutnya, proses pengajuan BPHTB saat ini sudah dilakukan secara online oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), mulai dari pengunggahan dokumen hingga proses verifikasi.

“Seluruh proses pengajuan BPHTB sudah dilakukan secara online. Kami memberikan waktu maksimal tiga hari kerja untuk proses verifikasi dokumen yang diajukan,” tutunya.

Melalui kunjungan tersebut, Pemkot Pagar Alam berharap dapat mengadopsi berbagai inovasi dan praktik baik yang telah diterapkan di Kota Tangsel, khususnya dalam meningkatkan pendapatan daerah dan mempercepat transformasi digital pelayanan publik.

Sementara itu, Plt. Wali Kota Pagar Alam, Bertha mengatakan, kunjungan dilakukan dalam rangka studi tiru sekaligus memperkuat kapasitas organisasi perangkat daerah yang baru terbentuk di Lingkup Kota Pagar Alam.

“Kami berkunjung ke Pemkot Tangsel untuk belajar mengenai pengelolaan pendapatan daerah. Kami melihat PAD Kota Tangsel sangat tinggi, sehingga banyak hal yang bisa kami pelajari dari sini,” ujarnya.

Menurutnya, Pemkot Pagar Alam saat ini memiliki organisasi perangkat daerah baru yang menangani pendapatan dan pengelolaan aset daerah. Karena itu, pihaknya ingin memperoleh masukan terkait tata kelola pendapatan daerah yang efektif dan berkelanjutan.

“Bapenda di Pagar Alam merupakan OPD yang baru terbentuk setelah sebelumnya bergabung dengan perangkat daerah lain. Karena itu kami ingin belajar langsung dari daerah yang telah berhasil meningkatkan pendapatan daerahnya,” tambahnya.

Bertha berharap, hasil kunjungan tersebut dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kota Pagar Alam dalam memperkuat kinerja Badan Pendapatan Daerah serta mengoptimalkan potensi-potensi penerimaan daerah yang dimiliki.

Selain berdiskusi mengenai pengelolaan PAD, rombongan juga bertukar pengalaman terkait tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang diterapkan di masing-masing daerah.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak masyarakat Kota Tangsel untuk berkunjung ke Kota Pagar Alam yang dikenal memiliki potensi wisata alam dan pegunungan yang indah.
“Kalau ada kesempatan, silakan main ke Pagar Alam. Memang cukup jauh, tetapi banyak destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi,” jelasnya.

Kunjungan studi tiru tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja sama antardaerah sekaligus menjadi sarana berbagi pengalaman dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan keuangan daerah. (*)

 

Pos terkait