SUKADIRI,BANTENEKSPRES.CO.ID – Musibah kebakaran melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Miftah di Kampung Gintung, RT 16 RW 03, Desa Gintung, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Minggu, 14 Juni 2026, lalu. Insiden tersebut mengakibatkan dua lokal kobong luluh lantak dilahap si jago merah.
Merespons kejadian tersebut, Camat Sukadiri A Saepul Amwar langsung meninjau lokasi eks kebakaran bersama tokoh agama setempat Ustadz Buluk, serta para sesepuh Desa Gintung untuk memastikan kondisi pascabencana dan menyerahkan bantuan.
”Saya memastikan bahwa musibah itu memang meluluhlantakkan dua lokal kobong yang ada di Pondok Pesantren Darul Miftah,” ujar Saepul saat memberikan keterangan di lokasi, baru-baru ini.
Dalam kunjungan tersebut, Saepul menyampaikan rasa duka mendalam dan memberikan penguatan moral kepada pimpinan pesantren serta para santri agar tabah menghadapi ujian yang datang secara tiba-tiba ini.
Sebagai bentuk kepedulian, Saepul menyerahkan bantuan logistik darurat atas nama Pemerintah Kecamatan Sukadiri dan Pemerintah Kabupaten Tangerang kepada pihak ponpes.
Tidak berhenti di situ, pihak kecamatan juga berkomitmen untuk segera melakukan koordinasi lintas sektoral dengan dinas-dinas terkait di Kabupaten Tangerang guna merencanakan pembangunan kembali fasilitas pesantren yang rusak.
“Saya akan berusaha berkoordinasi dengan dinas-dinas untuk kembali merencanakan kita membangun pondok pesantren ini,” tegas Saepul.
Menurut Saepul, percepatan pemulihan Ponpes Darul Miftah menjadi prioritas karena keberadaan lembaga pendidikan Islam ini dinilai sangat vital dalam membentuk karakter dan memberikan bimbingan ilmu agama bagi warga sekitar.
”Keberadaan pondok pesantren ini sangat bermanfaat buat warga Desa Gintung khususnya, dan umumnya buat warga Kecamatan Sukadiri. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Ustaz yang sudah memberikan bimbingan pelajaran secara ilmu agama kepada masyarakat,” ungkapnya. (*)











