TIGARAKSA,BANTENEKSPRES.CO
ID — Pemerintah Desa Pematang, Kecamatan Tigaraksa, mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat musim kemarau. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi kebakaran yang kerap terjadi akibat kelalaian dalam mengelola sampah.
Pemerintah desa menilai, selain faktor korsleting listrik, kebakaran juga sering dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah yang tidak terkendali. Kondisi cuaca yang panas dan kering membuat api lebih mudah menyebar ke lahan maupun permukiman warga.
Kepala Desa Pematang Suharna mengatakan, kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya musibah kebakaran yang dapat merugikan banyak pihak.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Desa Pematang untuk tidak membakar sampah sembarangan. Di musim kemarau seperti sekarang ini, risiko kebakaran sangat tinggi. Api yang awalnya kecil dari pembakaran sampah bisa dengan cepat merambat dan menimbulkan kebakaran yang lebih besar,” ujar Suharna kepada Bantenekspres.co.id, Selasa 16 Juni 2026.
Menurutnya, pencegahan merupakan langkah terbaik dibandingkan harus menghadapi dampak kebakaran yang dapat mengancam keselamatan jiwa maupun harta benda masyarakat.
“Kami tidak ingin ada warga yang menjadi korban akibat kelalaian yang sebenarnya bisa dicegah. Oleh karena itu, mari bersama-sama lebih berhati-hati dan menghindari kegiatan membakar sampah di lingkungan masing-masing,” katanya.
Suharna menjelaskan, masyarakat dapat melakukan pengelolaan sampah dengan cara memilah sampah organik dan anorganik. Sampah yang telah dipilah nantinya dapat diangkut oleh petugas kebersihan yang bertugas di wilayah Kecamatan Tigaraksa.
“Lebih baik sampah dipilah terlebih dahulu. Selain lingkungan menjadi lebih bersih, proses pengangkutan sampah juga akan lebih mudah dilakukan oleh petugas kebersihan. Ini merupakan bentuk kepedulian kita bersama terhadap lingkungan,” jelasnya.
Selain berpotensi menyebabkan kebakaran, pembakaran sampah juga menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Asap yang dihasilkan dapat mencemari udara dan memicu berbagai gangguan pernapasan.
“Pembakaran sampah bukan hanya berbahaya karena dapat menyebabkan kebakaran, tetapi juga berdampak pada kesehatan. Asap hasil pembakaran dapat memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama bagi balita, anak-anak, dan lansia yang lebih rentan terhadap polusi udara,” ungkapnya.
Ia berharap, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup yang sehat dengan tidak melakukan pembakaran sampah.
“Kami mengajak seluruh warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Kebersihan dan kesehatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Jika lingkungan bersih, masyarakat juga akan merasa nyaman dan sehat,” harapnya.
Suharna juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling mengingatkan dan menjaga lingkungan sekitar demi kepentingan bersama.
“Mari kita bangun budaya peduli lingkungan. Jika melihat ada warga yang masih membakar sampah sembarangan, ingatkan dengan baik. Dengan kebersamaan dan kepedulian seluruh masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan Desa Pematang yang aman, sehat, bersih, dan terbebas dari risiko kebakaran,” tutupnya. (*)











