RANGKASBITUNG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Museum Multatuli Rangkasbitung menggelar Festival Kuliner Mustika Rasa, menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali kekayaan kuliner Nusantara sekaligus mengenang warisan pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno, tentang kedaulatan pangan.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Bulan Bung Karno 2026 itu menghadirkan berbagai kuliner tradisional sekaligus mengulas sejarah lahirnya buku legendaris Mustika Rasa, sebuah ensiklopedia kuliner Nusantara yang digagas Bung Karno.
Mewakili Bupati Lebak, Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Lebak Rahmat mengatakan, semangat yang terkandung dalam buku Mustika Rasa masih sangat relevan dengan kondisi saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan.
Menurutnya, Bung Karno sejak awal telah menyadari pentingnya kemandirian pangan sebagai salah satu pilar kedaulatan bangsa.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang berdaulat, termasuk berdaulat dalam urusan pangan. Ketika Bung Karno menggagas buku Mustika Rasa, sesungguhnya beliau tidak hanya menghimpun resep masakan Nusantara, tetapi juga membangun kesadaran bangsa bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber pangan yang luar biasa dan tidak boleh bergantung pada satu jenis pangan saja,” kata Rahmat, dalam sambutannya, Selasa 16 Juni 2026.
Ia menjelaskan, semangat tersebut sejalan dengan konsep B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) yang terus didorong pemerintah kabupaten Lebak saat ini.
Menurut Rahmat, Kabupaten Lebak memiliki potensi besar untuk mewujudkan ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal. Berbagai komoditas seperti beras, jagung, singkong, talas, pisang, sayuran, buah-buahan hingga ikan air tawar menjadi kekuatan yang harus terus dikembangkan.
“Festival Kuliner Mustika Rasa menjadi momentum untuk mengembalikan kebanggaan terhadap pangan lokal. Kita ingin generasi muda mengenal bahwa singkong, talas, jagung dan berbagai pangan lokal lainnya bukanlah makanan kelas dua, melainkan bagian dari identitas budaya sekaligus sumber ketahanan pangan masa depan,” ujarnya.
Di tengah ancaman perubahan iklim, gejolak harga pangan global dan potensi krisis pangan dunia, Rahmat menilai diversifikasi konsumsi pangan menjadi langkah strategis yang harus terus diperkuat.
Ubaidillah, Pantia Festival Kuliner Mustika Rasa mengungkapkan, sejarah menarik di balik lahirnya buku Mustika Rasa yang menjadi inspirasi festival tersebut.
Menurut Ubaidillah, pada tahun 1960 Bung Karno meminta Menteri Pertanian Khairul Saleh untuk mendata seluruh makanan tradisional yang ada di Indonesia. Pendataan dilakukan hingga tingkat desa dengan melibatkan kepala desa dari berbagai daerah.
Namun proses tersebut tidak berjalan mulus karena keterbatasan komunikasi dan akses informasi pada masa itu.
“Pada dua tahun pertama pendataan mengalami banyak kendala. Kemudian pada tahun 1962 dilibatkan Akademi Gizi untuk membantu menghimpun data makanan Nusantara. Akhirnya pada tahun 1967 terbit buku Mustika Rasa setebal 1.512 halaman yang memuat sekitar 6.000 jenis makanan Indonesia,” ungkap Ubaidillah.
Ia menyebut, sejumlah makanan khas Banten yang tercatat dalam buku tersebut antara lain kintuk, ayam jeruk nipis, ayam pengek, ayam seraki, memangut, pencok ayam, rabe, panggang bandeng, sate memangut hingga jejorong.
Menurutnya, sebagian kuliner tersebut kini mulai terlupakan dan bahkan tidak lagi dikenal oleh generasi muda saat ini.
“Masih ada beberapa nama makanan yang sekarang sulit ditemukan. Ini menjadi tugas kita bersama untuk menggali kembali dan melestarikan warisan kuliner daerah agar tidak hilang ditelan zaman,” ungkapnya.
Ubaedillah menambahkan, jejorong yang menjadi salah satu kuliner khas Lebak bahkan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Kabupaten Lebak pada tahun 2024.
Selain festival kuliner, rangkaian Bulan Bung Karno 2026 juga diisi berbagai kegiatan seperti diskusi kebangsaan, bedah buku, pertunjukan seni budaya, hingga napak tilas perjalanan Bung Karno di Rangkasbitung.
Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir sebagai narasumber, diantaranya mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Alissa Wahid, Prof Sukidi, Rocky Gerung, Airlangga Pribadi, serta anggota DPR RI Boni Triyana yang menjadi penggagas kegiatan tersebut.
Kegiatan Bulan Bung Karno 2026 terselenggara berkat dukungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Balai Pelestarian Kebudayaan Banten, dan Museum Multatuli.
Rangkaian acara dijadwalkan berlangsung hingga 30 Juni 2026 dan akan ditutup dengan nonton bareng serta diskusi film bersama sutradara Hanung Bramantyo.
“Melalui Festival Mustika Rasa, Pemerintah Kabupaten Lebak bersama berbagai pihak berharap masyarakat semakin mencintai pangan lokal dan menjadikan kekayaan kuliner Nusantara sebagai bagian penting dalam membangun kedaulatan pangan serta menjaga identitas budaya bangsa,” ucapnya.(*)











