Pertama di Larangan, SDN Larangan 11 Luncurkan Buku Digital Karya Siswa Kelas VI

(dari kanan) Kepsek SDN Larangan 11 Fetty Meriyanti, Korwil Pendidikan Kecamatan Larangan Sopian, siswa, guru dan Pengawas Korwil Larangan Nuryati saat memberikan penilaian terhadap buku digital yang diluncurkan oleh siswa-siswi kelas 6. Dhuyuf/bantenekspres.co.id.

 

LARANGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID – SDN Larangan 11 mencatatkan sejarah baru dalam pengembangan literasi sekolah dengan meluncurkan buku digital karya siswa kelas VI pada acara tasyakuran kelulusan tahun ini, yang dilaksanakan pada Minggu 14 Juni 2026.

Bacaan Lainnya

Pada acara tersebut, selain prosesi pelepasan siswa kelas VI, para tamu undangan, orang tua siswa, dan dewan guru turut menyaksikan peresmian karya literasi digital hasil kreativitas para siswa, sekaligus diresmikan oleh Sopian, Korwil Pendidikan Kecamatan Larangan.

Kepala Sekolah SDN Larangan 11, Fetty Meriyanti, mengatakan peluncuran buku digital menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah karena merupakan hasil karya langsung para siswa yang telah melalui proses pembelajaran dan pendampingan.

“Tahun ini kami memiliki sesuatu yang istimewa. Bersamaan dengan tasyakuran kelulusan, kami juga meluncurkan buku digital karya siswa-siswi kelas VI SDN Larangan 11,” ujarnya, Selasa 16 Juni 2026.

Menurutnya, kehadiran buku digital tersebut membuktikan bahwa siswa sekolah dasar mampu menghasilkan karya kreatif yang tidak hanya bernilai edukatif, tetapi juga layak diapresiasi oleh masyarakat luas.

“Karya ini menunjukkan bahwa anak-anak memiliki potensi besar dalam bidang literasi. Kami ingin memberikan ruang agar kreativitas mereka dapat tumbuh dan berkembang,” katanya.

Ia menjelaskan, pengembangan buku digital merupakan bagian dari upaya sekolah dalam mendukung program literasi sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi kepada peserta didik sejak dini.

Melalui proyek tersebut, kata dia, siswa didorong untuk menuangkan ide, pengalaman, serta imajinasi mereka ke dalam bentuk tulisan yang kemudian dikemas secara digital agar lebih mudah diakses dan dibaca.

Ia menilai, kegiatan literasi tidak lagi terbatas pada membaca dan menulis di ruang kelas, melainkan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.

Menurutnya, keberhasilan peluncuran buku digital ini merupakan hasil kerja sama antara siswa, guru, dan seluruh warga sekolah yang memiliki komitmen kuat untuk membangun budaya literasi yang berkelanjutan.

“Semoga peluncuran buku digital ini menjadi langkah awal yang baik dan pada tahun-tahun berikutnya dapat lahir lebih banyak karya dari siswa-siswi SDN Larangan 11,” harapnya.

Dengan hadirnya buku digital karya siswa kelas VI, SDN Larangan 11 tidak hanya menorehkan prestasi sebagai pelopor di Kecamatan Larangan, tetapi juga menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan memiliki kecakapan literasi di era digital. (*)

 

Pos terkait