Hotel dan Kuliner Kabupaten Tangerang Jadi Magnet Wisatawan

Salah satu hotel di kabupaten Tangerang

 

TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Sektor pariwisata Kabupaten Tangerang terus menunjukkan perkembangan yang positif. Tidak hanya mengandalkan destinasi wisata, sektor perhotelan dan kuliner kini menjadi daya tarik utama yang mampu mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi Pariwisata pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang, Aci Sulastriyana mengatakan, pihaknya terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata melalui berbagai program pembinaan dan pelatihan yang melibatkan organisasi mitra serta pelaku industri.

Ia mengatakan, sudah menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), untuk meningkatkan kompetensi para pekerja hotel di Kabupaten Tangerang.

“Melalui kerja sama dengan PHRI, kami melakukan pembinaan kepada pegawai-pegawai hotel. Selain itu, kami juga melakukan pelatihan dan bimbingan teknis kepada berbagai organisasi mitra pariwisata seperti Saka Pariwisata, GenPI, ASKI, Pokdarwis, hingga Balawista,” ujar Aci, Selasa 16 Juni 2026.

Ia menjelaskan, peran Bidang Pariwisata lebih difokuskan pada pengembangan SDM dan pembinaan sektor pariwisata. Sementara urusan perizinan usaha maupun pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata telah ditangani melalui sistem dan instansi lain.

“Perizinan sekarang sudah melalui sistem OSS dan diproses secara online. Begitu juga dengan retribusi dan PAD yang langsung masuk ke Bapenda. Dinas Pariwisata tidak melakukan pemungutan maupun memberikan rekomendasi perizinan,” katanya.

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan sektor pariwisata, termasuk tingkat hunian hotel. Setiap bulan, pengelola hotel diminta melaporkan jumlah kunjungan wisatawan serta tingkat keterisian kamar.

Aci mengungkapkan, momentum libur panjang atau long weekend masih menjadi masa paling dinantikan pelaku usaha perhotelan. Pada periode tersebut, tingkat okupansi hotel di Kabupaten Tangerang mampu mencapai lebih dari 80 persen.

“Kalau long weekend, rata-rata keterisian hotel bisa mencapai 80 hingga 90 persen. Bahkan banyak tamu yang memilih menginap di Tangerang karena lokasinya strategis dan dekat dengan Jakarta maupun Tangerang Selatan,” ujarnya.

Wilayah seperti Pagedangan, Cisauk, Legok, dan Curug menjadi kawasan yang memiliki konsentrasi hotel cukup tinggi. Kehadiran berbagai hotel berbintang di kawasan tersebut turut menarik wisatawan maupun pelaku bisnis dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain perhotelan, Aci menilai wisata kuliner kini menjadi salah satu sektor yang paling menonjol di Kabupaten Tangerang. Tren wisata saat ini tidak lagi terbatas pada kunjungan ke objek wisata alam atau buatan, tetapi juga mencakup pengalaman kuliner dan akomodasi.

“Setiap tempat yang didatangi dan dikunjungi orang pada dasarnya merupakan bagian dari aktivitas pariwisata. Karena itu, kuliner dan perhotelan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata daerah,” jelasnya.

Di sisi lain, Kabupaten Tangerang juga memiliki sejumlah destinasi wisata unggulan yang terus dipromosikan. Saat ini terdapat sekitar 15 destinasi wisata unggulan yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari kawasan pesisir hingga wisata religi dan wisata alam.

Beberapa di antaranya adalah kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Aloha PIK, Mangrove Muara di Kosambi, Pulau Cangkir, Danau Cigaru, kawasan wisata Solear, hingga sejumlah destinasi lainnya yang menjadi andalan daerah.

“Kami terus mengangkat potensi budaya dan destinasi wisata yang ada. Kehadiran kawasan PIK dan berbagai destinasi baru juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan pariwisata Kabupaten Tangerang,” kata Aci. (*)

 

Pos terkait