Perdana di 2026, MTQ Tingkat Pelajar Kota Tangerang Jaring Geliat Generasi Qur’ani

Ketua Harian LPTQ Kota Tangerang, KH Zuhri Fauzi.

 

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangerang menggandeng Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) perdana menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Pelajar se-Kota Tangerang pada tahun 2026. Terobosan baru ini diintegrasikan langsung dengan gelaran seni budaya Islam tahunan, Festival Al-Azhom ke-13. MTQ ini sebagai ajang dalam menjaring generasi Qur’ani

Bacaan Lainnya

Ketua Harian LPTQ Kota Tangerang, KH Zuhri Fauzi mengungkapkan, MTQ tingkat Pelajar ini merupakan salah satu implementasi dari program Tangerang mengaji. MTQ tingkat pelajar ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan festival Al Azhom pada tahun ini.

“MTQ tingkat pelajar ini menjadi bagian untuk menciptakan syiar Islam yang lebih masif dan semarak di Kota Tangerang. Alhamdulillah antusias pelajar sangat luar biasa. Jadi, MTQ ini untuk menjaring generasi qur’ani. Maka itu kita rangkaian sekaligus dalam ajang festival Al Azhom supaya lebih semarak lagi pelaksanaannya,” kata KH Zuhri saat ditemui usai pembukaan Festival Al Azhom ke-13 dan MTQ tingkat pelajar se-Kota Tangerang tahun 2026, di Masjid Al Azhom, Senin, 15 Juni 2026.

KH Zuhri menyebut, bahwa MTQ tingkat pelajar ini berbeda dengan MTQ tingkat kota reguler yang membatasi utusan per kecamatan. MTQ Pelajar 2026 ini tanpa batasan bagi institusi pendidikan untuk mengirimkan delegasi terbaik mereka. Hanya saja MTQ ini dibatasi dengan usia sesuai kategori yang dilombakan.

“Sebetulnya, potensi yang dimiliki oleh masyarakat Kota Tangerang itu luar biasa. Kalau MTQ Kota yang biasa itu kan paling satu kecamatan utusannya satu orang per cabang. Tapi kalau ini, kita buka seluas-luasnya karena kita memang ingin mencari dan memetakan peserta-peserta potensial,” jelasnya.

Ia menyebut, tercatat, sebanyak 258 peserta dari 114 sekolah di Kota Tangerang dsri seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, SMK, hingga santri dari berbagai pondok pesantren atau sekolah di bawah naungan pesantren di Kota Tangerang.

“MTQ tingkat pelajar ini melombakan 6 Cabang dimusabaqahkan, diantaranya, Tartil Al-Qur’an, Tilawah Al-Qur’an, Hifzil Qur’an 1 Juz, Hifzil Qur’an 5 Juz dan Fahmil Qur’an serta Syarhil Qur’an,” paparnya.

Meskipun dibuka secara luas, KH Zuhri menegaskan, dari 258 peserta yang tampil di tingkat kota telah melewati proses penyaringan yang ketat di tingkat kecamatan. Hal itu guna menjaga standar kualitas kompetisi.
Penyeleksian di tingkat kecamatan itu mulai dari kompetensi hingga validasi administrasi, seperti status domisili atau asal sekolah. Panitia memastikan bahwa pelajar yang ikut seleksi MTQ merupakan pelajar di wilayah Kota Tangerang. Kemudian batasan usia. Untuk cabang tertentu seperti tilawah dan tartil, usia peserta dibatasi maksimal 13 tahun.

“Paling tidak ada standar. Jangan sampai belum sampai standar tingkat kota sudah ikut. Seleksi di tingkat kecamatan itu banyak sekali, hingga akhirnya terjaring 258 anak yang lolos standar,” tambah KH Zuhri.

Ia menyebut, pembatasan usia ini sebagai langkah strategis jangka panjang (proyeksi) LPTQ untuk mempersiapkan kader tangguh yang akan mewakili Kota Tangerang di ajang MTQ tingkat provinsi maupun nasional.

KH Zuhri Fauzi menandaskan, MTQ tingkat pelajar ini merupakan langkah nyata membumikan Al-Qur’an agar Akhlakul Karimah tidak sekadar menjadi slogan Kota Tangerang, melainkan realita di kalangan generasi muda.

“Al-Qur’an itu pedoman dan imam kita. Ketika kita berpedoman pada Al-Qur’an, insyaallah akhlakul karimah itu terimplementasi dalam kehidupan masyarakat, terutama pelajar. Pelajar dan pemuda adalah tulang punggung sekaligus ahli waris masa depan negara ini,” tandasnya.

Ia optimistis ajang perdana di tahun 2026 ini akan menjadi fondasi kokoh untuk pelaksanaan di tahun-tahun mendatang. “Insyaallah ini yang pertama. Berarti akan ada yang kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya,” tutupnya.(*)

 

Pos terkait