LEGOK,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pedagang di Pasar Legok mengeluhkan tumpukan sampah yang berada di beberapa lantai pasar. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas perdagangan karena menimbulkan bau menyengat yang membuat pedagang maupun pembeli merasa tidak nyaman.
Tumpukan sampah terlihat berada di sejumlah titik di area pasar. Selain mengganggu pemandangan, aroma tidak sedap dari sampah yang menumpuk juga dikeluhkan para pedagang karena berdampak pada menurunnya jumlah pembeli yang datang.
Para pedagang mengaku sudah beberapa kali meminta pengelola pasar untuk segera mengangkut sampah tersebut. Namun hingga kini, penanganan dinilai belum maksimal dengan alasan keterbatasan armada pengangkutan.
Salah satu pedagang pakaian di Pasar Legok, Romlah, mengatakan kondisi sampah yang menumpuk membuat para pembeli enggan berbelanja ke pasar.
“Bau sampahnya menyengat sekali, pembeli jadi malas datang. Banyak yang cuma lihat-lihat lalu pergi lagi karena tidak nyaman,” ujar Romlah kepada Bantenekspres.co.id, Kamis 7 mei 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap omzet para pedagang yang mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.
“Kalau pembeli sepi otomatis penghasilan kami turun. Padahal kami bayar sewa dan bayar uang kebersihan juga, tapi sampah malah menumpuk seperti ini,” katanya.
Romlah berharap pengelola pasar segera mengambil langkah cepat agar persoalan sampah tidak semakin parah dan aktivitas jual beli kembali normal.
“Kami cuma ingin pasar bersih dan nyaman supaya pembeli mau datang lagi,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu pengelola Pasar Legok, Eneng, menjelaskan bahwa sampah yang menumpuk berasal dari aktivitas para pedagang. Ia mengaku sebelumnya volume sampah memang sempat menggunung, namun saat ini sudah mulai dilakukan penanganan secara bertahap.
“Sebelumnya memang menumpuk cukup banyak, tapi sekarang sedikit demi sedikit sudah kami pindahkan dan dimasukkan ke dalam karung untuk selanjutnya dibuang,” jelas Eneng.
Ia mengatakan, kendala utama yang dihadapi saat ini berada pada proses pengangkutan sampah. Meski demikian, pihak pengelola memastikan terus berupaya membersihkan area pasar agar tidak lagi terjadi penumpukan.
“Kendalanya di pengangkutan, tapi kami sedang berusaha supaya sampah segera dibuang dan area yang menjadi titik penumpukan bisa kembali bersih,” tutupnya.(*)









