SDN Sukatani 2 Tangerang Kebobolan Lagi, Pihak Sekolah Mohon Peninggian Pagar dan Kawat Pengaman

SDN Sukatani 2 Rajeg Tangerang kembali dibobol maling pada Rabu dini hari, 24 Juni 2026. Kamera senilai Rp4 juta dan uang kas raib. Sekolah mohon peninggian pagar. Foto: Tangkapan layar CCTV

RAJEG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Aksi pencurian kembali menyasar fasilitas pendidikan di Kabupaten Tangerang.

SDN Sukatani 2 di Jalan Raya Kukun Mauk, Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, dilaporkan dibobol maling sekitar pukul 02.13 WIB, Rabu, 24 Juni 2026.

Bacaan Lainnya

​Akibat insiden ini, sejumlah barang berharga dan uang tunai raib digondol pelaku.

Peristiwa ini sekaligus menjadi kali kedua sekolah tersebut menjadi korban pembobolan.

​Penjaga SDN Sukatani 2 Wisnu Langit mengungkapkan, aksi nekat para pelaku sempat terekam kamera CCTV sekolah sekitar pukul 02.13 WIB.

Berdasarkan bukti rekaman dan kondisi di lapangan, pelaku diduga berjumlah lebih dari satu orang karena ciri-ciri fisik yang terlihat di beberapa titik area sekolah berbeda.

​”Saya menduga pelakunya lebih dari satu orang. Soalnya, yang terekam masuk ke area dapur dan yang masuk ke ruang kantor guru itu orangnya berbeda. Di dapur pakai jaket dan tas ransel, sedangkan yang di dalam kantor pakai kacamata,” ujar Wisnu saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Rabu pagi, 24 Juni 2026.

​Wisnu menjelaskan, pelaku diduga kuat masuk dengan cara memanjat dinding pembatas bagian belakang sekolah yang kondisinya cukup pendek dan berbatasan langsung dengan area kebun.

​Setelah berhasil masuk ke area dalam, pelaku merusak pintu dengan cara mengangkat engsel pintu yang terkunci gembok.

Pelaku kemudian mengacak-acak ruangan, mulai dari area dapur, gudang hingga menjebol pintu ruang kantor guru.

​”Pintu kantor guru dihancurkan dan dijebol. Di dalam, semua laci meja guru diacak-acak oleh pelaku,” tambah Wisnu.

​Dalam aksi pembobolan ini, pihak sekolah kehilangan satu unit kamera inventaris serta sejumlah uang tunai yang disimpan di dalam ruangan guru.

​Berdasarkan keterangan sejumlah guru di lokasi, barang-barang yang hilang meliputi, satu unit kamera sekolah dengan taksiran nilai sekitar Rp4.000.000, uang kas Pramuka sebesar Rp500.000 dan uang tabungan pribadi (celengan) milik guru yang belum diketahui nominal pastinya.

​Terkait upaya hukum, Wisnu menyebutkan pihak sekolah saat ini masih melakukan musyawarah internal sebelum melaporkan kejadian ini secara resmi ke Polsek Rajeg.

“Saat ini masih berembuk dan musyawarah internal dulu. Keputusan laporan ke kepolisian nanti tergantung kebijakan Kepala Sekolah,” jelasnya.

​Insiden yang terjadi untuk kedua kalinya ini memicu desakan kuat dari pihak sekolah terhadap dinas terkait.

Kondisi pagar belakang sekolah yang rendah dan tanpa pengaman dinilai menjadi celah rawan yang dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.

​Wisnu mengaku pihak sekolah sebenarnya sudah mengajukan permohonan bantuan perbaikan infrastruktur keamanan ke dinas terkait sejak tahun lalu, namun hingga kini belum ada realisasi.

“Kami sudah usulkan ke dinas melalui Kepala Sekolah dari tahun kemarin. Harapan kami, dinas terkait bisa segera meninggikan tembok pembatas ini, lalu ditambah teralis besi dan kawat pengaman di atasnya agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” pungkas Wisnu. (*)

Reporter: Zakky Adnan

Pos terkait